Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan
Suasana studio seketika menjadi hening, semua orang mengarahkan pandangan mereka kepadanya.
Setelah waktu berlalu cukup lama, dia baru perlahan mendongak menatap ke arah kamera dengan pancaran mata yang dalam serta kompleks, lalu berbicara dengan nada suara rendah, "Saya nggak punya cinta pertama yang membekas di hati ...."
Dia menjeda kalimatnya sejenak, lalu menambahkan satu kalimat lagi dengan membawa serta riak emosi yang sulit diartikan, "Hanya ada satu orang yang saya benci setengah mati."