Jatuh dalam Pesona Ayah Tiri Berengsekku
Tangannya yang besar kini berpindah, menyangga dadaku yang terasa sensitif karena kehamilan, memilin ujungnya dengan ibu jari hingga aku melenguh keras, sebuah suara nikmat yang belum pernah kuperdengarkan pada siapa pun.
"Kau sangat indah, Selena... selalu indah," gumamnya di sela-sela ciuman yang berpindah ke leher dan tulang selangkaku.
Aku membalasnya dengan liar. Jemariku menjambak rambutnya yang legam, menariknya agar lebih dalam menyesap kulitku. Aku bergerak di atas pangkuannya, merasakan ketegangan maskulinitasnya yang menegang di balik kain celananya. Meskipun kakinya mungkin belum pulih sepenuhnya, kekuatan tubuh bagian atas Nickollas tetaplah seorang predator yang dominan.