Perawan Untuk Om Duda
Selma membebaskan paksa kedua tangannya, lalu mengucapkan, “Jangan macam-macam, ya!”
“Macam-macam dari mana? Aku hanya minta satu macam dari kamu yang sudah berani macam-macam itu, apakah salah?” tanya Panji, santai. “Bagaimana aku bisa tahu kalau tidak pernah merasakannya? Bibir dan kesucianmu itu, aku tidak bisa percaya lewat kata-kata saja,” tuturnya.
“Menjijikkan! Dasar, mesum!” umpat Selma. “Kayanya emang benar dugaan aku, Om Panji itu cuma pria hidung belang pemburu keperawanan!” tuduhnya.