Blue Flame
Vampir itu bergerak lincah, seperti asap yang mengalir, namun Dean mampu mengimbanginya, didorong oleh sesuatu yang lebih liar dari sekadar keterampilan.
Saat Rohana tiba, pedang Elf di tangannya kini bersinar terang. Cahaya biru-putihnya menyambar lorong seperti kilat membelah malam. Kedua petarung itu terhenti seketika. Vampir itu menggeram, wajahnya yang sebelumnya tersembunyi kini terlihat jelas. Matanya menyipit penuh amarah menahan silau, dan dari bibirnya yang menghitam, taring-taring tajam menyembul keluar.
Dean pun tersentak. Ia berpaling, mengangkat tangan untuk melindungi diri dari cahaya itu. Tampak jelas cahaya tersebut menyakitinya, namun ia tak menyia-nyiakan kesempatan.
Bab Populer