Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa
Ia menarik pergelangan tangan putrinya, berusaha menyembunyikan rasa canggung dan kekesalannya.
Namun, sebelum Rina sempat melangkah masuk ke dalam mobil, Jingga bersuara dengan nada santai tetapi tajam, “Oh, tidak perlu repot-repot pindah tempat les, Mbak Rina. Galeri Rupa Art House ini milik seniman senior ternama. Kurikulumnya sangat bagus untuk Dea. Sangat disayangkan kalau bakat Dea terhambat cuma gara-gara gengsi ibunya.”
Langkah Rina terhenti kaku. Matanya mendelik tajam menatap Jingga, tidak menyangka gadis yang dikiranya bisa ditindas itu berani melempar sindiran terbuka di hadapannya.