Saat Kau Ambil Suamiku, CEO Itu Jadi Milikku
“Aku tahu, Sayang. Ibu juga takut. Tapi hari ini, kita menang. Dan hari ini aja sudah cukup untuk dirayakan.”
Malamnya, Surya menggambar di ruang tamu. Sebuah pohon besar, dengan banyak cabang dan wajah-wajah kecil di setiap rantingnya—aku, Alvaro, Siska, Wahyu, Diana, Lintang, Tristan, Elise, juga para dokter dan perawatnya.
“Ini pohon keluarga kita,” katanya bangga. “Akarnya kuat karena udah melalui banyak hal. Dan rantingnya banyak, karena keluarga itu bukan cuma yang satu darah, tapi yang satu hati.”
Hot Chapters