ANYELIR KUNING
Bayangan Mas Sayhan tiba-tiba terlintas, mata teduhnya, senyum menenangkannya, tingkah jahilnya, Ya tuhan, dadaku kebas menahan sakit dan sesak tak berperi.
"Setelah ashar sore ini, ijab kabul kalian akan dilangsungkan," suara kak Syahrin tak ayal membuatku memejamkan mata. Secepat ini? Ya tuhan kenapa tidak ada yang mengerti aku. Kenapa hanya Mas Sayhan yang bisa melakukannya? Aku sungguh membutuhkan dia sekarang, aku perlu ditenangkan olehnya. Mas Sayhan, aku merindukanmu
"Dek, bagaimana menurutmu?"