Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Kau yang jangan mengganggu orang lain. Dasar pria bodoh!" Kang Sora kembali memperlihatkan teknik sikap berdirinya dengan posisi sikap dekat. Untuk menerapkannya, ia perlu memposisikan kedua kakinya untuk saling menilai. Posisi kaki kiri harus ada di bagian depan, di mana arahnya sedikit menyerong ke arah kanan, sementara kaki kanan ada di bagian belakang dengan sedikit ke arah kiri. Sikap berdiri ini adalah yang terkokoh dan membuat dirinya semakin terlihat percaya diri
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

"Saat ini, ada empat area permainan yang muncul di hadapan para pemain. Silakan pilih posisi permainan yang diinginkan." Sebelum Wina dan Jodie sempat mengambil langkah maju, orang-orang di sekitar mereka bergegas untuk merebut posisi yang baik. Karena mereka terlambat melangkah, pada akhirnya yang tersisa hanyalah area permainan no. 4. Tidak ada yang secara sukarela memilih no. 4 karena nomor itu dikonotasikan dengan angka sial. Wina dan Jodie pun saling bertatapan, lalu berjalan menuju area no. 4 dengan si pria bekas luka mengikuti dari belakang.
9.5958.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.7K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Tampilkan Ulasan (255)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Its me Chika
Endingnya sebenernya bukan sad ending di Jihan dan Wina.. mereka meninggal krn memang umur mereka sdh tua (meski umur mereka gak sampai Lansia). Jihan meninggal krn penyakitnya dan wina meninggal krn depresi krn jihan meninggal.. mereka bahagia dg rumah tangganya meski gak smpe kakek nenek umurnya.
Baca Semua Ulasan
Terjerat Gairah Tuan Hakim

Terjerat Gairah Tuan Hakim

Harger menegakkan tubuh dan mengangkat tangan membentuk siku dengan ujung jari menyentuh pelipis. “Siap, Yang Mulia!” Harger segera mengambil posisi melebarkan kaki sejajar garis bahu. Mula – mula mengangkat kepala dengan satu dorongan tangan. Dia menengadah. Menghitung sesuai angka yang ditentukan. “Jangan coba – coba berhenti. Aku mengawasi-mu dari jauh.”
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
BERGANTI PASANGAN

BERGANTI PASANGAN

tutup Ya'qub bersamaan dengan tubuhnya yang terangkat naik menjadi berdiri, kemudian mengambil sajadah nya dan melipat nya memanjang baru melebar. Beralasan tindakannya itu semua, sebab dari seorang habib pernah dia dengar bahwa melipat sajadah itu sebaiknya dengan cara memanjang terlebih dahulu baru melebar, pasalnya jika melebar berarti mensetarakan tempat kaki untuk menapak dengan dahi yang bersujud. Jangan menjadi seseorang yang hanya mendengar dan belajar suatu ilmu, baik itu ilmu dunia apalagi ilmu agama, tetapi tidak mengamalkannya pada kehidupan sehari-hari dan pada waktunya. Karena jika seperti itu, bisa diibaratkan bagai pohon yang tak ada buahnya, tidak berguna.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
TIME (Indonesia)

TIME (Indonesia)

Jika badan ku menghadap Lift A, Lift C dan B berada di belakangku hanya berjarak dua meter saja. Aku memutar badan 30° ke arah Lift B dan C. "Ya ampun.." Di kertas putih itu terdapat bacaan "LIFT A SEDANG DIPERBAIKI SILAHKAN MENAIKI LIFT B ATAU C" Dengan malu aku berkata, "Aku tidak tahu kalau Lift A sedang diperbaiki." Pria itu tertawa kecil juga mengepalkan tangan kanan nya ke arah mulutnya, "Hmm.. Hmm.."
9.95.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Rania yang tidak mengerti maksud Mika balik bertanya. “Saat kamu bertanya di mana kamar Isamu, aku menyebutkan kamar nomor 4. Tapi nomor 4 yang kamu pilih adalah kamar di seberang nomor 2. Itu aneh. Karena siapa pun pasti akan menghitung berurutan dari yang paling depan, tidak menghitung zig-zag seperti yang kamu lakukan,” jelas Mika. “Caramu menghitung seperti kamu tahu urutan nomor kamar yang benar. Yang sesuai dengan papan nomor yang seharusnya menggantung di pintu.”
9.910.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Duke Dillard

Pengantin Pengganti Duke Dillard

Setelah mengusir pelayan-pelayan itu dengan pernyataan besarku. Aku ambil napas dalam. Dalam sekali sampai dada naik. Tahan sebentar. Buang pelan. Tegakkan bahu. Angkat dagu. Paksa kaki melangkah maju. Satu langkah. Kaki kanan. Dua langkah. Kaki kiri. Tiga langkah. Empat. Lima. Sampai berdiri tepat di sampingnya. Sial… Dari dekat jauh lebih jelas. Jauh lebih nyata. Jauh lebih indah. Jauh lebih menakutkan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Kalung Ajaib Pemuda Desa

Kalung Ajaib Pemuda Desa

*"Empat yang lain adalah gangguan. Ia yang harus diatasi." "Aku tahu." Wandra mendarat di balik kerangka besi bekas mesin bongkar muat yang sudah berkarat—bukan karena takut, melainkan untuk mengatur ulang posisi. "Tapi empat orang gangguan tetap empat orang." *"Urutan: habiskan yang paling lemah dulu. Kurangi tekanan dari banyak arah menjadi sedikit arah. Satu per satu."*
938.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Satria menyunggingkan senyum sinis lalu menjibir ke arah mereka. "Maju bertiga saja?" cibir Satria sambil menggerakkan jari telunjuknya, memberi isyarat agar mereka mendekat. "Tanggung amat. Mending kamu yang gondrong juga ikutan maju sekalian berempat. Biar cepat selesai dan aku bisa langsung pulang buat mandi sore."
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 834 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Ini benar-benar harta karun. Mataku bergerak turun. Ada beberapa baris pengaturan yang belum pernah kulihat sebelumnya. [TINGKAT KEBINALAN: (KALEM/SEDANG/AGRESIF/LIAR)] [SENSITIVITAS: (0-100)] [REPRODUKSI: (YA/TIDAK)] Aku mengerutkan kening. "Apa-apaan ini?" bisikku pada diri sendiri.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status