Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERSETAN!

PERSETAN!

“Ya, bagaimana caranya?” Astaga… aku ini sedang berbicara dengan siapa? Masak begitu saja tidak mengerti? Tidak mengerti arti bersikap tegas? Atau, apakah aku yang sudah linglung, sehingga berpikir dengan cara lain yang tidak umum dan dimengerti orang? “Mas, kita pindah saja!” kataku setelah berpikir agak lama. “Pindah? Kenapa pindah? Pindah ke mana?”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Bulan Sabit

Pendekar Pedang Bulan Sabit

"Kau yang jangan mengganggu orang lain. Dasar pria bodoh!" Kang Sora kembali memperlihatkan teknik sikap berdirinya dengan posisi sikap dekat. Untuk menerapkannya, ia perlu memposisikan kedua kakinya untuk saling menilai. Posisi kaki kiri harus ada di bagian depan, di mana arahnya sedikit menyerong ke arah kanan, sementara kaki kanan ada di bagian belakang dengan sedikit ke arah kiri. Sikap berdiri ini adalah yang terkokoh dan membuat dirinya semakin terlihat percaya diri
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Grace di bagian kursi nomor 3, Xella nomor 4 dan Anggi terletak di kiri bagian paling belakang. Jika jari telunjuk dan ibu jari itu terlihat dari mereka maka itu adalah jawabannya yaitu A, jika jari tengah itu adalah B, jika jari manis itu adalah C dan jari kelingking itu adalah D. Cukup rumit memang bagi Grace untuk memberikan jawaban seperti itu. Tapi, itulah taktik Xella untuk Grace. Mereka akan mudah nengetahui jawaban tersebut.
1046.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Dari Racun Jadi Istri Presdir Tampan

Dari Racun Jadi Istri Presdir Tampan

Raka memberi aba-aba, "Dalam hitungan ketiga, bersiap akting, satu ... Dua ...." ***
1035.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah

"Saat ini, ada empat area permainan yang muncul di hadapan para pemain. Silakan pilih posisi permainan yang diinginkan." Sebelum Wina dan Jodie sempat mengambil langkah maju, orang-orang di sekitar mereka bergegas untuk merebut posisi yang baik. Karena mereka terlambat melangkah, pada akhirnya yang tersisa hanyalah area permainan no. 4. Tidak ada yang secara sukarela memilih no. 4 karena nomor itu dikonotasikan dengan angka sial. Wina dan Jodie pun saling bertatapan, lalu berjalan menuju area no. 4 dengan si pria bekas luka mengikuti dari belakang.
9.5954.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.5K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Tampilkan Ulasan (255)
Baca
+Pustaka
Novelia222
1.077 kenapa makin kesini JIHAN makin lembek thor, masa mau menyerahkan Wina ke IVAN demi kebahagiaan IVAN gila lu ndro ga masuk akal!!! penuh kasih sih sih blh tapi tegas itu karakter, jls Wina ssh payah di dapatkan dan juga WINA sendiri yg memilih Jihan, bahkan pria lemah aja akan menjaga ISTRINYA
Indah sabiq Sabiq indah
Ga mungkin peran utamanya Jihan meninggal... coba scroll deh, dulu pernah baca komenan ada yang bilang, Wina akan punya anak 2, atau 3 dari Jihan, dan Jihan pun akan tegas ke anak2nya... Ga mungkin lah Jihan nya Mati, gara2 Pembedahan Otak, bakalan End ini novel.. logika di Medan Hitam ada Winata
Baca Semua Ulasan
Terjerat Gairah Tuan Hakim

Terjerat Gairah Tuan Hakim

Harger menegakkan tubuh dan mengangkat tangan membentuk siku dengan ujung jari menyentuh pelipis. “Siap, Yang Mulia!” Harger segera mengambil posisi melebarkan kaki sejajar garis bahu. Mula – mula mengangkat kepala dengan satu dorongan tangan. Dia menengadah. Menghitung sesuai angka yang ditentukan. “Jangan coba – coba berhenti. Aku mengawasi-mu dari jauh.”
1031.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran

Qu Cing memperhatikan satu per satu, bukan dengan tatapan keras, melainkan hitungan cepat di kepala. ‘Jing — akurat, tapi mudah panik. San — kekuatan cukup, perlu arah. Pien — tahan lama, bagus untuk formasi tetap. Tye — indra tajam, tangan cepat. Cukup.’ “Dengar,” kata Qu Cing. “Kita buat pos sementara. Dua tanda perisai berlapis, satu penutup suara, satu penjejak getar. Jangan nyalakan api.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Donat Mblondo
Maaf ya... dua hari ini libur update dulu. karena saya habis melahirkan dan posisi masih di rumah bidan, jadi tidak sempat menulis. Saya usahakan, hari Senin mulai menulis lagi untuk melanjutkan ceritanya. Terima kasih ^^
Nuada Airlangga
tak kasih nama Jawa 'kepong taine sapi',buyut Cili penunggu desa Kemiren,Sunar udara rawatane buyut Cili,kalo nama desa bnyak yg lucu 'tegal campak,tamansuruh,kali bendo,Puthuk petung, Gedangan,siwuran,kedaleman'......
Baca Semua Ulasan
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Satria menyunggingkan senyum sinis lalu menjibir ke arah mereka. "Maju bertiga saja?" cibir Satria sambil menggerakkan jari telunjuknya, memberi isyarat agar mereka mendekat. "Tanggung amat. Mending kamu yang gondrong juga ikutan maju sekalian berempat. Biar cepat selesai dan aku bisa langsung pulang buat mandi sore."
1036.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 723 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk

Kacamata Penakluk

Ini benar-benar harta karun. Mataku bergerak turun. Ada beberapa baris pengaturan yang belum pernah kulihat sebelumnya. [TINGKAT KEBINALAN: (KALEM/SEDANG/AGRESIF/LIAR)] [SENSITIVITAS: (0-100)] [REPRODUKSI: (YA/TIDAK)] Aku mengerutkan kening. "Apa-apaan ini?" bisikku pada diri sendiri.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF

DIINGINKAN TIGA PRIA POSESIF

Pesan dari Adnan terabaikan begitu saja oleh ambisiku yang sedang membuncah. "Gas, coba cek logic di baris 402. Kalau Mandala Kapital pakai sistem delay, kita harus bisa intercept lebih cepat," kataku sambil menunjuk layar, mengabaikan pizza di tangan kiriku. "Masuk akal, Dil. Coba, aku cek dulu," sahut Bagas lalu meletakkan sendok rice bowl. Saat kami harap-harap cemas, tiba-tiba suara pintu ruang kreatif terbuka dengan bunyi desis halus. Aku tidak menoleh, mengira itu mungkin salah satu staf yang kembali ke ruangan.
546 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai sikap pasang 1 2 3 4
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status