Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Namun sebelum ia sempat menarik napas penuh, suara dingin memecah keheningan. “Apa peti mati spiritual yang aku pesan sudah ada?” Nada Kevin begitu datar. Bukan ancaman, bukan teriakan. Tapi dingin itu—ketenangan tanpa emosi—lebih menusuk dari bentakan. Seperti belati tipis yang menyentuh kulit leher, cukup untuk membuat bulu kuduk meremang.
1053.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as silent k
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

“Baiklah. Kita akan lakukan ini bersama.” Malam pun tiba. Jam sudah hampir lewat tengah malam ketika suasana paviliun benar-benar sunyi. Hanya suara jangkrik dan desir angin yang terdengar. Gita mengenakan selendang hitam tipis, menutupi wajah sebagian agar tidak terlalu mudah dikenali. Sari membawa lentera kecil yang cahayanya ditutup kain agar tidak terlalu terang.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as silent k
Read
+Library
Ikatan Darah dan Giok Anora

Ikatan Darah dan Giok Anora

"Tidak pernah mengeluhkan apa pun, ke siapa pun..." Kael tidak menjawab. Sunyi itu merayap pelan, bukan menghantam, melainkan menyusup. Menunggu. Di sudut ruangan lain, Ink, Sebastian, Veyron, Orion, Drazel, Ashlyn, Alaric dan siluman naga berdiri dengan jarak yang lumayan jauh. Mereka berbicara lirih, seolah suara yang terlalu keras bisa merusak sesuatu yang rapuh.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 27 Times as silent k
Read
+Library
Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

suara Ayla pelan, nyaris seperti bisikan. Keheningan menjawabnya. Namun bukan keheningan kosong. Melainkan keheningan yang hidup. Yang mendengar. Yang memperhatikan. Ayla menahan napas. Dan perlahan dua mata muncul di dalam gelap. Hitam. Dalam. Dan terlalu familiar. Napas Ayla langsung tertahan. Tubuhnya menegang otomatis, namun kakinya tidak bergerak mundur.
587 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as silent k
Read
+Library
Protokol Senyap: Aletheia

Protokol Senyap: Aletheia

teriaknya, suaranya pecah, namun tenggelam oleh dentuman kembang api yang terus meledak di langit malam. Di dalam air, Lena membuka matanya setengah sadar. Samar-samar dia melihat sosok yang mendekat di antara riak gelap, lalu kilatan cahaya seperti arloji di tangan seseorang itu—sebelum semuanya perlahan menghilang dalam kegelapan laut. • Earpiece di telinganya mengeluarkan suara statis. "Bzzzt—krrt— Lena— kau dengar— kzzzt—"
409 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as silent k
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.8K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as silent k
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Sementara Joita sudah tak peduli, dia berjalan pelan menyusuri sungai yang tenang dan indah. "Lo semalam di bar?" Joi berbalik. Mengangguk sambil membalas, "Yap." Jantung Baskara hampir berhenti. Ia berdehem sambil batuk-batuk. "Semalam ... kita ..." Joi menyambung, "Ciuman?" Baskara tersedak air liur, karena omongan Joi sih tepatnya. Kenapa cewek itu blak-blakan sekali? Setidaknya filter sedikit katanya.
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as silent k
Read
+Library
Klandestin

Klandestin

Tertebak sekali rencana liciknya "Iya, Sa. Tempat kita kan di sana, kenapa malah duduk di sini sih." Nuraga ikut menimpali. Dirinya tak enak mendapat tatapan tajam dari dua cowok di depannya. Meski cowok bernama Batara yang dulu bertengkar dengan Daksa punya mata sipit, tapi tetap saja ia sedikit takut. Apalagi cowok yang barusan bertanya, matanya benar-benar mengintimindasi, kalau bisa mengeluarkan laser bisa dipastikan kepalanya berlubang saat ini juga.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as silent k
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Semua kendali terpusat pada satu titik dan tidak dapat dibantah dengan begitu mudah. “Kau harus—“ Ucapan Angkasa terpotong saat tiba-tiba gelombang suara dengan frekuensi rendah membuat dengingan yang begitu menyakitkan telinga. Reandra dan Angkasa sampai menutup kedua telinga dengan erat. Bahkan raut kedua pemuda tampan itu sangat menyiratkan rasa sakit yang begitu terlihat. “To—long a—ku....”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as silent k
Read
+Library
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Flashback "Drrt drrt drrrt" HP ku yang terletak di saku celana kurasakan bergetar, pertanda ada panggilan masuk. Aku yang saat itu sedang online meeting dengan klienku dari Swedia berusaha mengabaikanya. Kulanjutkan meeting ku hingga selesai dengan kondisi terganggu oleh getaran dari HP ku. Setelah meeting selesai, aku membuka Hp dan alangkah terkejutnya saat melihat panggilan tak terjawab belasan kali dari Alexa dan ternyata dia juga mengirimkan pesan whassap.
8.545.1K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as silent k
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status