Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

suara Ayla pelan, nyaris seperti bisikan. Keheningan menjawabnya. Namun bukan keheningan kosong. Melainkan keheningan yang hidup. Yang mendengar. Yang memperhatikan. Ayla menahan napas. Dan perlahan dua mata muncul di dalam gelap. Hitam. Dalam. Dan terlalu familiar. Napas Ayla langsung tertahan. Tubuhnya menegang otomatis, namun kakinya tidak bergerak mundur.
460 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as silent k
Read
+Library
Protokol Senyap: Aletheia

Protokol Senyap: Aletheia

teriaknya, suaranya pecah, namun tenggelam oleh dentuman kembang api yang terus meledak di langit malam. Di dalam air, Lena membuka matanya setengah sadar. Samar-samar dia melihat sosok yang mendekat di antara riak gelap, lalu kilatan cahaya seperti arloji di tangan seseorang itu—sebelum semuanya perlahan menghilang dalam kegelapan laut. • Earpiece di telinganya mengeluarkan suara statis. "Bzzzt—krrt— Lena— kau dengar— kzzzt—"
273 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as silent k
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.4K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as silent k
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Sementara Joita sudah tak peduli, dia berjalan pelan menyusuri sungai yang tenang dan indah. "Lo semalam di bar?" Joi berbalik. Mengangguk sambil membalas, "Yap." Jantung Baskara hampir berhenti. Ia berdehem sambil batuk-batuk. "Semalam ... kita ..." Joi menyambung, "Ciuman?" Baskara tersedak air liur, karena omongan Joi sih tepatnya. Kenapa cewek itu blak-blakan sekali? Setidaknya filter sedikit katanya.
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as silent k
Read
+Library
Sweet Passion

Sweet Passion

ledek seseorang Gea mengenali suara itu. Suara pria yang selalu menemaninya ketika ia sedang dalam kesusahan. Gea membuka matanya, melihat sekeliling dan mencari asal suara pria itu. Namun, tidak melihat siapapun. Ia pun kembali mencari dan menemukannya. "Tuan Nathan," "Kamu di sini? Sejak kapan?" air mata Gea mulai membendung lagi. Memang sudah sejak tiga bulan terkahir, mereka tidak saling mengabari.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 281 Times as silent k
Read
+Library
Klandestin

Klandestin

"Tunggu, tunggu, gue masih gak paham. Gimana bisa lo kenal dia. Jelas-jelas gue tahu lo benci sama tuh cewek." "Gue gak pernah bilang benci sama dia," jawab Daksa enteng. Ia memasukkan kedua tangannya dalam saku. Melenggang pergi meninggalkan Nuraga yang masih berpikir keras. Nuraga masih berusaha menyambung semuanya, mencari titik temu dari ucapan Daksa. Dia tidak benci, tapi tiba-tiba suka Bestari. Tidak kenal tapi punya urusan. Lalu yang benar Daksa itu suka tapi tidak mengenalnya. Kok bisa?
2.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as silent k
Read
+Library
SamRann

SamRann

jelas Rann, Samudra hanya mengangguk pelan. Keheningan kembali tercipta diantara keduanya. Sepanjang jalan hanya saling diam. Semua terpecahkan saat Samudra mendendangkan sebuah lagu dengan suara pelan. 'And today im official missing you.' Kalimat itu samar-samar terdengar di telinga Rann. "Coba ulangi lagu tadi." Permintaan itu terlontar begitu saja dari mulut Rann. Sedangkan Samudra hanya memasang wajah bingung.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as silent k
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Semua kendali terpusat pada satu titik dan tidak dapat dibantah dengan begitu mudah. “Kau harus—“ Ucapan Angkasa terpotong saat tiba-tiba gelombang suara dengan frekuensi rendah membuat dengingan yang begitu menyakitkan telinga. Reandra dan Angkasa sampai menutup kedua telinga dengan erat. Bahkan raut kedua pemuda tampan itu sangat menyiratkan rasa sakit yang begitu terlihat. “To—long a—ku....”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as silent k
Read
+Library
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Flashback "Drrt drrt drrrt" HP ku yang terletak di saku celana kurasakan bergetar, pertanda ada panggilan masuk. Aku yang saat itu sedang online meeting dengan klienku dari Swedia berusaha mengabaikanya. Kulanjutkan meeting ku hingga selesai dengan kondisi terganggu oleh getaran dari HP ku. Setelah meeting selesai, aku membuka Hp dan alangkah terkejutnya saat melihat panggilan tak terjawab belasan kali dari Alexa dan ternyata dia juga mengirimkan pesan whassap.
8.544.9K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as silent k
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status