SENDIAKALA
Lila Oktavia ayah aku rinduding dong kudatang padamusholawat ibu aku rindusurat untuk anakku di pesantren
Satya mencopot kacamata hitam yang menutupi matanya.
“Pantai?”
“Iya. Uti yang mengajak, Uti di dalam mobil.” Jelas Satya, dan kulihat dari dalam mobil Uti melambaikan tangan ke arahku.
Sinar siluet di seberang sana terlihat sangat cantik dengan ombaknya yang tenang. Beberapa kali jemari kakiku yang telanjang disentuh oleh ombak kecil yang ditimbulkan anginnya, dingin dan hangat, aku tidak bisa membedakannya, tapi yang jelas itu membuatku sedikit tenang. Aku disugesti oleh segala visual yang terdapat di sini.
Beliebte Kapitel