Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kebisuan dalam Kedalaman Air

Kebisuan dalam Kedalaman Air

Aku menunjuk Aulia yang berdiri di samping mereka, berteriak sekuat tenaga hingga suaraku serak. Akan tetapi, tetap saja tidak ada satu pun orang yang bisa mendengar suaraku. Aulia menyalakan tiga batang dupa, lalu menancapkannya ke dalam tungku abu. Raut wajahnya tampak begitu berduka. "Nenek, di alam sana, jangan salahkan Kak Sonia, ya." "Dia cuma khilaf waktu itu, pasti dia nggak bermaksud buat menyakiti Nenek, kok."
2.0K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as silent k
Read
+Library
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Suara sendok yang beradu dengan gelas menjadi satu-satunya yang terdengar, mengisi keheningan. Silvi membuka kulkas, mengambil satu botol air seolah tak terjadi apa-apa. Ia meneguknya perlahan. Lalu menatap mereka satu per satu dengan tatapan dingin dan tanpa senyum. Lalu bibirnya melengkung. Bukan senyuman ramah, tapi senyuman yang merendahkan. “Oh, lanjutkan saja pembicaraan kalian,” ucapnya ringan, “Kebetulan aku memang kesulitan mendengar suara orang-orang yang tidak tahu level mereka. Jadi aku tidak akan mendengar apa pun.”
103.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as silent k
Read
+Library
Tersimpan dalam Diam

Tersimpan dalam Diam

“Mungkin.” Hening kembali mengisi celah di antara mereka. Tapi kali ini, itu bukan hening yang canggung. Itu adalah hening yang berbicara. Seolah ada sesuatu yang tersampaikan tanpa harus diucapkan. Dan saat akhirnya matahari benar-benar tenggelam di balik horizon, Alana tahu satu hal. Alfa bukan sekadar dingin. Ia adalah teka-teki yang bahkan dirinya sendiri belum bisa pecahkan.
931 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as silent k
Read
+Library
SELINGKUH

SELINGKUH

kata Linda setelah meletakkan gagang telepon seraya berdiri. "Ya Tuhan," erang Sheila. "Kita lihat, siapa yang datang. Si Seksi atau Romero. Bagaimana jika bertaruh?"
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 466 Times as silent k
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Ssssstttt … iya, sabar, nanti Mama panggilkan Papa ya? Rika minum obat dulu dan jangan berisik, nanti Riko bangun, Sayang.” “SEKARANG! RIKA MAU PAPA SEKARANG! RIKA TIDAK MAU NANTI! MAMA PANGGILKAN PAPA SEKARANG! SEKARANG! SEKARANG, SEKARANG, SEKARANG!”
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 408 Times as silent k
Read
+Library
SaDriS

SaDriS

“Diomongke apik² yank,awake diwe ketemu ndisek” “gaono sing perlu diomongke” “Ono,nggo sing terakhir kaline,Nko golek nggon nggo aku ngomong Nok awakmu stelah kui,terserah awakmu aku nganut” “Gaono sing perlu diomongke, kabeh wis jelas,Aku wis ngei kesempatan awakmu tapi malah koyo ngunu,Oleh lah emosi tapi ojo sampe ngomong ngunu”
9.63.0K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as silent k
Read
+Library
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as silent k
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura mencurigai ada sesuatu tidak beres di balik kejadian 17 tahun yang lalu. Yura memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari tempat tujuannya. Ia sudah berdiri di depan gerbang rumah Tisha, gadis remaja yang mengalami disabilitas autism. Dipandanginya rumah itu tampak sepi. Kemudian ia meraih besi pagar yang fungsinya untuk bel. Ia lalu menggoyang goyangkan besi itu sekali namun tidak ada orang yang keluar. Dua kali sampai berkali kali ia membunyikannya belum ada respon. Tiba tiba Tisha muncul keluar namun tetap berdiri di pekarangan rumahnya tidak menghampiri Yura. “Tidak ada orang! Jangan membunyikan bel!” teriak Tisha
1.8K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as silent k
Read
+Library
Secret Night

Secret Night

Ceysa menyadari kesalahannya. “Hmmm ...” gumam Calvin singkat, lalu mematikan ponselnya begitu saja. Di kejauhan Kenny yang sudah berpakaian, sedang memijat kakinya yang terasa kesemutan, padahal selama ini selalu mati rasa. “Sepertinya suasana hatiku yang bahagia membuat syarafku bangun dan mulai merespon,” gumamnya dengan senyum tipis memperlihatkan kebahagiaan.
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 668 Times as silent k
Read
+Library
Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

Ruangan mendadak terasa sunyi. Bukan sunyi biasa. Tapi sunyi yang berat, seperti seluruh oksigen tiba-tiba memutuskan untuk pergi, meninggalkan mereka berdua dalam ruang hampa. Hanya suara pendingin ruangan yang samar terdengar, berdengung seperti nyamuk di telinga. Tatapan mereka bertemu. Sierra menunggu. Berharap.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as silent k
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status