Dosa dalam Cinta
Mata mereka bertemu, dan untuk sesaat, waktu berhenti—hanya ada suara ledakan kecil di kejauhan, bunyi retakan kayu yang patah, dan desah angin yang membawa bisikan-bisikan hampa.
“Sekar,” suara Satrio serak, nyaris tak terdengar, namun menusuk dalam, seperti bisikan yang menembus kabut di antara mereka.
Sekar tak menjawab, hanya menunduk, bibirnya bergetar, matanya terpejam sejenak seolah menahan badai yang bergemuruh di dadanya. Ketika ia membuka mata, ada kilatan rasa bersalah yang melintas, bercampur dengan kelelahan yang menua dalam semalam.
Hot Chapters