Selir Yang Terlupakan
Tangannya terulur perlahan, ujung jari-jarinya menyentuh lembut kain sutra biru pucat yang melapisi lenganku.
"Kau telah memainkan peran itu dengan sangat sempurna," lanjutnya, wajahnya kini hanya berjarak beberapa inci dariku. "Seorang selir yang pendiam, yang terlupakan, yang tak pernah meminta apa-apa dan tak pernah bersuara. Namun malam ini... topeng itu akhirnya runtuh. Katakan padaku, Lianhua... siapakah kau sebenarnya?"