Seribu Pintu Sindukala
Dari sela-sela lakban yang menutupi mulutnya, keluar cairan keruh berbau, dan Muria tersedak muntahannya sendiri.
* * *
Langit kelabu menurunkan rintik embun, berjatuhan ke permukaan kulit Sindukala yang telanjang. Matanya membuka lebar-lebar, jarinya menyentuh darah kering di sekitar bibir dan wajahnya yang perih dan bengkak. Rerumputan dan kerikil menggelitik punggungnya, dan di sampingnya, api unggun itu sudah mati. Ia mengangkat kepalanya, mendapati Marsala yang tergeletak tidak sadar, agak jauh di depannya.
Hot Chapters