Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Pak Samuel merendah di dekatku, dia tersenyum puas melihat aku yang terdiam dan berbisik dengan nada sinis.
“Saran akademik dariku… kalau mau bermain dengan laki-laki, minimal jangan tampak putus asa. Kamu tuh sekarang seperti wanita kampung yang ingin diangkat derajatnya.”
Aku menggertakkan gigi, sudah tak tahan lagi dengan semua hinaan dan provokasinya, sehingga aku menatapnya tajam dan dengan suara bergetar berkata.
“Kalau Bapak kesini mau mengajar, fokus saja mengajarm. Tapi kalau hanya ingin merendahkan perempuan, itu bukan kecerdasan intelektual. Itu hanya sebuah mental yang kotor.”