Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Chasing After You

Chasing After You

"Ngomong playing victim sekali lagi, abis lo sama gue Li." Oke, sepertinya ini saat yang tepat. Sarah tampak sangat tersinggung saat Lia mengatainya begitu. Lia menarik senyum miring. "Kenapa, salah? Oh, iya gue lupa. Selain playing victim hobi lo ngerebut pacar orang kan?" "Bener-bener!"
104.5K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Nama Kontak Yang Menyakitkan Hatiku

Nama Kontak Yang Menyakitkan Hatiku

"Aku sudah bilang aku minta maaf dan tidak akan mengulanginya Apa kau akan terus menerus playing victim seperti itu, fatiya? Kenapa kau seperti seorang sad girl yang hidupnya paling terzalimi di dunia ini, padahal aku menghidupimu dengan layak! Kenapa kau mendramatisi masalah sampai jadi begitu besar seperti ini dan membuatku overthinking! Kenapa kau membuat batinku tersiksa dan jadi stres! Apa tidak cukup tersiksa di tempat kerja dan haruskah aku pulang dan menambah depresi di kepalaku?!" Lelaki itu mengamuk sambil memukul-mukul kemudi, tantrum seperti anak kecil yang kehilangan mainan. Menutupi kebohongan dengan kebohongan baru, menyamarkannya dengan kemarahan, lalu membalikkan fakta dan m
1088.4K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Pria Incaran Sahabatku itu, Suamiku

Pria Incaran Sahabatku itu, Suamiku

cecarku. "Aku tidak menuduh Arumi, Aya. Menganggap ini ulah dia siapa lagi yang berani nekat selain dia? Justru aku pikir kamu curhat-curhatan segala ke dia, bener nggak?" Kini Mas Lian meninggikan suaranya, aku sempat terkesiap mendengar tuduhannya itu. Kenapa jadi Mas Lian yang ngotot? Ini persis ciri-ciri playing victim. Iya tengah menutupi kesalahannya dengan melontarkan kesalahan orang lain, yaitu aku, istrinya. Aku menghela napas kasar, kemudian membuang muka dari pandangan Mas Lian, jujur saja aku nggak nyangka ternyata pikirannya sependek itu.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

“Aku tidak perlu playing victim Janet. Kalau kamu memang punya bukti yang kuat, buktikan saja bahwa kamu tidak memfitnah aku. Tidak perlu tantrum. Kecuali…. Kalau buktimu tidak akurat…” “Cora! Kamu—” “Nona Janeta, acara masih berlangsung! Anda jangan membuat keributan di sini!” Seorang sekuriti menegur Janeta. Tanpa mereka sadari keributan yang Janeta buat, tidak hanya menarik perhatian juri dan hadirin, tetapi juga bagian keamanan acara itu. Janeta tidak memperhitungkan perbuatannya. Niat hati ingin mengambil keuntungan dengan playing victim, tetapi justru ia mempermalukan diri sendiri.
1036.4K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Terjerat Hasrat Anak Magang

Terjerat Hasrat Anak Magang

Natalia menepis kasar bekas tangan Davian lalu balik menamparnya keras. "Bajingan tukang playing victim! Kamu bahkan nggak waras hanya dengan bertanya kenapa! Kamu nggak berkaca? Dari omonganmu saja sudah menjawab semuanya! Kamu yang justru tidak menerimaku apa adanya. Sayang sekali, bahkan sebelum aku jujur, kamu yang berpaling! Kamu yang memiliki hubungan dibelakangku! Sekarang kamu justru menyalahkanku setelah tahu siapa orang tuaku? Luar biasa!"
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Byanca tak bisa menoleransi begitu saja, ia mendorong tubuh Indira. “Jangan playing victim!” Tubuh Indira membentur dinding. Ia melihat ke belakang lalu beralih pada Byanca, kemudian ia tertawa tetapi matanya memancarkan kemarahan. “Apakah kamu juga mempercayai atas semua pemberitaan itu?” Indira tersenyum seperti seorang psikopat. Byanca mengerutkan alisnya, “Apa maksudmu?”
1047.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Kontrak Pemikat CEO Dingin

Kontrak Pemikat CEO Dingin

Naira mulai berusaha memojokkan dan bersikap victim. "Saya sebagai perempuan merasa dirugikan atas kejadian ini. Anda bahkan memfitnah saya berkali-kali mengatakan saya gadis kotor dan murahan!" Ken yang merasa dirinya terpojok dalam situasi yang tak bisa ia baca, akhirnya mencoba mengalah pada gadis licik di hadapannya. Ia menyadari betul bahwa gadis ini sudah menyusun strategi dengan banyak perhitungan menghadapi dirinya dan mencoba bermain-main dengannya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Kebangkitan Istri Yang Lemah

Kebangkitan Istri Yang Lemah

Darino menaikkan sebelah alisnya, “Bisa jadi kan Fernandra itu otak utamanya, dan dia berkelik bukan dia yang melakukannya. Kamu kan pernah bilang dia itu playing victim.” ‘Kamu yang playing victim sekarang, Mas.’ Itu adalah ungkapan hati Azizah yang sedikit muak dengan suaminya sendiri, bukan karena Azizah masih menyimpan rasa terhadap Fernandra, tetapi memang itulah yang terjadi saat ini. “Fernandra tidak seburuk yang kamu pikirkan, Mas,” ujar Azizah dengan suaranya yang lembut dan tenang. “Sayang ….”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Ujar Via melotot pada Yana. "Aku tau, jika aku berpura pura menjadi korban kekerasanmu, maka pamanmu akan menolong dan membelaku, dan itu benar adanya." Ujar Via tersenyum, Via yang memang sejak kecil sudah terbiasa memainkan playing Victim, berpura pura menjadi korban, berhasil menipu semua orang, termasuk paman Mulyono dan juga Yana yang tak menyangka jika Via begitu liciknya.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 377 Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
Mantan Istriku Kembali Cantik Setelah Kukhianati

Mantan Istriku Kembali Cantik Setelah Kukhianati

Darahnya mendidih mendengar hujatan Padma. "Padma tidak bilang Bulik gila, tapi menderita penyakit victim mentality atau martyr complex. Penyakit ini membuat pola pikir seseorang terus-menerus melihat diri mereka sebagai korban, bahkan dalam situasi di mana hal tersebut tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya terjadi. Mereka merasa nyaman dalam peran ini karena mendapatkan perhatian, simpati, atau validasi dari orang lain. Bulik adalah orang yang seperti ini. Alih-alih menyelesaikan masalah dengan bertanya pada Ibu ataupun Bulik Irfan, Bulik malah diam dan menikmati perasaan terdzolimi ini. Benar tidak, Bulik?" Padma terus mencecar Bulik Fatimah.
1043.1K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as sindiran untuk playing victim
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status