Penguasa Hati
Ancamannya diucapkan dengan nada rendah, nyaris berbisik, tapi mengandung bobot yang membuat kedua preman itu bangkit dengan tertatih dan lari tunggang langgang, menghilang ditelan kegelapan.
Lorong itu kembali sunyi. Hanya ada suara napas ku yang terengah-engah dan detak jantungku yang menggila. Azlan berdiri memunggungi ku sejenak, dadanya naik turun, sebelum akhirnya berbalik menatapku. Wajahnya yang biasa terlihat dingin, kini terlihat waspada dan ... khawatir.
"Kamu tidak apa-apa?"
Hot Chapters