Pengantin Pengganti Yang Dibenci
Di depan cermin, ia melihat pantulan dirinya sendiri: mata sembap, wajah pucat, dan ekspresi hancur.
"Bodoh... kau benar-benar bodoh, Alice," bisiknya pada bayangan di cermin, suaranya parau karena tangis. "Sampai kapan kau mau bertahan? Mau dia ingat atau tidak dengan pengungsian itu, kau tetap bukan siapa-siapa baginya. Kau hanya istri pengganti. Kau hanya alat untuk menyelamatkan bisnis keluarga ini."