Suami Bersama
Ayah menatap mataku lekat, seolah mencari kebenaran dari ucapanku.
"Kamu tidak bisa berbohong, Nak. Ayah tahu, kamu hanya menutupi kejelekan suamimu."
"Ayah...." Aku berhambur memeluknya lagi dan kembali menangis. Ya Allah, bahkan lelaki itu tahu isi hatiku dan apa yang tengah aku rasakan.
"Sudahlah, sayang, jangan menangis lagi! Ayah tidak tahan melihat air matamu." Ayah menegakkan tubuhku lalu mengusap jejak air mata di pipiku.