Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Tulisan di dalamnya berisi aksara Jawa halus tertata rapi, dengan tinta yang sudah mulai pudar.
Namun di salah satu halaman, Alea menemukan sesuatu yang menarik perhatian. Sebuah kalimat yang ditulis dengan tinta lebih tebal, seolah digores dengan emosi. Tulisan itu menggunakan aksara Jawa yang susah payah Alea terjemahkan.
"Dumadakan atiku owah, nanging ora ana sing saguh ngrungokaké." ujar seseorang dalam buku itu, yang artinya, tiba-tiba hatiku berubah, namun tak ada seorang pun yang mau mendengarkan.