Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

mengembalikan manusia dan makhluk hidup lainnya ke unsur asalnya, yakni Panca Mahabhuta, yaitu bagian penyusun alam semesta atau Buana Agung, dari dua azas yang sangat sukma, gaib dan abadi yaitu Cetana dan Acetana atau merupakan sebab mula terciptanya segala yang ada atau causa prima. Siwa memiliki istri, yang bernama Kali, yang wujudnya berubah menjadi sangat mengerikan. Dia menjadi lambang kematian, tugasnya sama seperti Siwa, melebur segala mahluk yang sudah tidak layak lagi hidup di dunia. Lidahnya yang menjulur, sebagai simbol dari rasa laparnya untuk merindukan kematian demi kematian.
3.3K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as sisi biwa
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Biola di tangannya adalah barang lama, dan meskipun Arisa enggan menghabiskan banyak uang, biola ini menggunakan kulit ular piton berkualitas tinggi. Dengan nada yang murni dan resonansi yang melekat, Senja semakin menyukai biola ini. Menirukan berbagai suara binatang bukanlah tugas yang sulit baginya. Senja menekan senar, jari-jarinya mengetuk kulit ular piton. Gelombang gonggongan yang dalam dan seperti suara bass meledak. "Anjing menggonggong? Bagaimana dia bisa melakukan itu?"
3.0K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as sisi biwa
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Sesampainya di sana, Varo pun ikut duduk bersama tuan rumah yang terkadang sesekali mengajaknya berbincang. “Kalau Abah perhatikan, Varo sepertinya seumuran dengan Hasbi, ya, Umma.” Umma yang ditanyai Abah kemudian mendongakkan wajahnya, meneliti perawakan Varo. “Iya, Abah. Mungkin hanya beda satu atau dua tahun lebih muda,” ucap Umma menimpali, Umma kemudian berdiri dan pergi ke ruang tamu untuk mengambil teh milik Abah juga Varo.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as sisi biwa
Read
+Library
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Bibir pecah-pecahnya bergerak, mengeluarkan suara mengerikan yang memekakkan telinga. "Kau... haarus... dimusnahkan..." suaranya berubah menjadi gaung yang menggema di ruangan sempit itu, menembus telinga dengan kasar. Suara itu bergetar dalam kepala Elian, seolah menggerogoti pikirannya. "Entitas... yang melanggar... aturan dunia... MATI... MATI... MATIIIII!"
102.6K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as sisi biwa
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Sesekali kilatan kecil pun menyambar, seolah-olah membelah langit, membuat Bia sedikit menunduk dan membenamkan wajahnya di tas ranselku. Bia memang takut dengan petir. Sejak kecil gadis berpipi tembam ini selalu menghindari ruang terbuka saat hujan berpetir datang. Padahal sebenarnya ia suka sekali dengan hujan, tetapi entah kenapa ia begitu takut dengan petir.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as sisi biwa
Read
+Library
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

"Lo porsi makannya banyak banget ya kayaknya? Badan lo gede banget begini, berasa duduk di samping beruang madu gue." "Gede-gede gini gue penurut kok, Bi," celetuk Mahesa asal, membuat Bianca sedikit tersedak karena kaget dengan gombalan instan sang visual. Mahesa yang panik langsung menyodorkan gelas air mineral dengan terburu-buru. "Eh! Sorry, sorry! Minum dulu, Bi!"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as sisi biwa
Read
+Library
Terjebak di Isekai, Bersamamu

Terjebak di Isekai, Bersamamu

"Salah satu dari teknik biwa keluarga Hikari adalah menciptakan sebuah ruangan hampa dari petikan nada shamisen. Ruangan ini adalah ruang tanpa batas, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan tanpa merasa takut, tapi untuk memasukkan seseorang ke dalamnya, aku perlu sebuah pemicu. Itu sebabnya aku menanam sihir pemicu pada gagang pintu ini dan membuat anda menyentuhnya." Celia dan Rei itu menatap tak percaya. Bibir Fara yang juga kaku dengan senyuman itu kini naik di bagian sudutnya. Kalau mereka tak percaya, ia akan mempersilahkan mereka untuk melihatnya sendiri. "Lihatlah sekelilingmu, Celia-sama." Pandangan Celia reflek menyebar ke segala arah. Tempatnya masih sama dengan yang sebelumnya
107.5K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as sisi biwa
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as sisi biwa
Read
+Library
ARI SIHOMBING

ARI SIHOMBING

Batin Ari menyemangati diri sendiri. Ari begitu fokus dengan pekerjaannya kini karna dia tangannya langsung memainkan alat ukur itu untuk mengukur panjang total, oval nya, Reng nya dan lain-lain, dia juga sambil memfokuskan dirinya melihat tangan seniornya yang begitu lincah mengetikaan tombol-tombol yang di samping layar kaca tersebut.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as sisi biwa
Read
+Library
Pernikahan Dini : Brittle

Pernikahan Dini : Brittle

cicitnya di akhir. Brian tersenyum tipis, mengecup bibir Biya gemas."Kekencengan bilang aja, takutnya aku lupa.. Kamu enak sih.." bisiknya menggoda Biya hingga tersipu dengan wajah merah padam. Brian mengulum bibir Biya, menuntunnya untuk hanyut dalam buaiannya. Tangannya terus merambat, mengusap dan menyentuh apapun yang di lewatinya.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 923 Times as sisi biwa
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status