Jika Waktu Berakhir
ar-benar merasa konyol. Itulah diriku yang naif. Akhirnya kunci itu ketemu lalu kubuka kamarnya. Kau tak akan percaya apa yang aku lihat. Awalnya aku sangat senang melangkah masuk ke dalam kamarnya, bagaimana tidak? Aku yang selama ini tidak pernah tahu kamarnya Faiz, sekarang bisa melihat isi dari kamar orang yang aku sukai. Tetapi, isi kamarnya tak semenarik yang aku bayangkan, malah aku bersedih.
“Semuanya berisi kertas-kertas yang ditempel di tembok kamarnya. Kertas-kertas itu bukanlah kertas-kertas biasa, melainkan sketsa-sketsa karyanya. Yang membuatku sakit adalah sketsa-sketsa itu semuanya gambar dirimu. Semuanya berisi gambarmu! Iya, semuanya. Aku tak pernah menyangka ternyata ada o
Hot Chapters