Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

Natya berucap sambil memasang senyum semanis mungkin. Pak satpam yang berjaga itu menatapnya cukup lama. Lalu tanpa berkata apapun, satpam itu mengangkat gagang telepon—seperti saat awal Natya datang—dan bicara dengan seseorang di seberang telepon. “Bisa tolong tanya ke ‘den Skaha, Bu? Ini, Non Natya mau bertemu lagi. Ya, katanya ada yang masih mau disampaikan. Oh?” satpam yang sedang menelepon itu melirik ke arah Natya, lalu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. “Begitu. Ya wis. Ya. Tak tutup teleponnya.”
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Gairah Terlarang Sepupuku

Gairah Terlarang Sepupuku

Deniz merengek kecil, tapi Sky menggoyang tubuh bayinya dengan lembut hingga tenang kembali. Ia mendekati pos sekuriti. "Permisi, Pak," sapanya pelan. "Saya mau ketemu Asha. Dia kerja di sini." Satpam itu mengangkat wajah, menatap Sky sekilas lalu memeriksa daftar. "Asha?" Ia mengulangi. "Asha Septiana?" Sky mengangguk cepat. Satpam itu menyandarkan tubuh ke kursi, nada suaranya berubah lebih santai. "Oh, yang itu udah nggak kerja di sini, Mbak."
1068.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai sketsa pos satpam
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
EYN
Tiap hari ga sabar tunggu bab barunya. Penasaran terus. Sebel sama Jagad kok ndak sat set. Jengkel sama Leo, kaya ga punya dosa aja! Kasihan sama Sky juga sebenarnya, tapi gimana lagi? Ini resikomu, Sky. Trus Emak si Jagad sama Sky, arrgh... pengen aku buang ke laut. Ayo crazy up, Kak. Semangt.
Jeo Anne
biasanya cerita di novel lain tuh musuhn dulu baru syang2an inimah kebalik...bagus Thor aku sampe baper nih, pdhl tadinya ga mau sampe terlalu baperlah cukup ceritanya Ananta n andara kmrn2 sampe kebawa mimpi...haha. KLO udh gni aku berharap Leo jd suami baik2 nerima sky apa adanya
Baca Semua Ulasan
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Namun, hari ini Lara punya soalan lain untuk dibicarakan dengan Mamah. "Bagaimana kabar Bang Kris di Amerika?" Tanya Lara berbasa-basi ketika keduanya sampai dipembahasan mengenai politik Amerika. "Terakhir kabarnya dia masih sibuk mengurusi skripsi S2-nya," Mamah membalas santai, tangannya sendiri sibuk mengisi adonan cokelat ke dalam soes, "dan belum tahu kapan dia akan pulang ke Indonesia."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

satpam itu masuk kembali ke posnya dan terlihat menghubungi seseorang melalui telepon yang tersedia di sana. Setelah berbincang beberapa saat dan menutup sambungan telepon, ia kembali ke sisi pintu mobil tempat Liliana menunggu. "Boleh saya liat kartu identitas Mbak Liliana?" Secepat kilat Liliana mengambil dompetnya dan menyerahkan kartu identitas miliknya. Satpam itu melihat kartu identitas Liliana dan wajah gadis itu secara bergantian. Setelah memastikan sesuatu, ia mengembalikan kartu identitas pada sang pemilik.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku

kata pak satpam tersenyum memelas pada Sarah dan Keyla. "Dari tadi saya udah teriak-teriak, tapi gak didenger lagi ngapain aja Pak Satpan tadi?" kata Keyla bertanya dengan penuh semangat. "Ini Neng." menunjukkan handphone nya yang terpasang headset, sambil tersenyum nyengir.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

Kiki memakai celana hotpants denim super pendek yang nyaris tidak menutupi pangkal pahanya. Atasannya hanya berupa tanktop longgar berwarna putih yang bahannya sangat tipis. Tali tanktop itu melorot sedikit di bahu kirinya dan memperlihatkan kulit bahu yang mulus. "Ini satpam semalam yang kamu maksud itu, Ras?" tanya Vera tiba-tiba dengan suara sinis. "Iya, Kak Vera, ini Satria yang dibicarakan Kakek tadi," jawab Laras cepat.
1036.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 796 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Saat hendak memasuki gerbang, seorang satpam menyapanya dengan ramah. "Kamu telat?" "Saya murid baru, Pak. Pindahan dari Jogja." "Oalah, wong Jogja. Siapa namanya? Biar saya catat dulu." "Velicia Tjhia," kata perempuan itu sambil tersenyum menampakkan lesung pipi di sebelah kiri. "Veli...cia. Djhi... gimana ya tulisannya?" Tanya satpam tersebut. "Tulis Veli aja nggak apa-apa, Pak?"
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi

Terpaksa Ratna membangunkan pak satpam yang tertidur dengan posisi terduduk di kursi. "Aduh, Non. Ini banyak bener!" dengan tangan gemetar, pak satpam menerima uang yang di sodorkan Ratna. "Nggak papa, no ponsel bapak berapa? Besok besok saya datang ke sini lagi." Pak satpam segera berdiri mengambil ponsel dari sakunya. Ratna tiba tiba seperti melihat ponselnya yang dulu saat melihat benda pipih yang dipegang pak satpam. Benda itu sudah sangat kadaluarsa modelnya, warnanya pun sudah tak jelas lagi.
9.856.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Terjerat Hutang Mr. Arogant

Terjerat Hutang Mr. Arogant

Membereskan keperluan dan barang-barang untuk segera kembali menapaki kenyataan di luar. Di teras pos satpam Mahardika tengah duduk bersama salah satu pekerja Papanya di rumah dinas itu. Duduk bersisian dan hanya tersekat satu meja bundar kecil. Pekerja itu yang berjaga di pos satpam. Dan yang lebih banyak mendapatkan sift malam di jam kerjanya. “Pak Bambang sudah lama kan bekerja dengan Papa? Apa bapak betah disini?”
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Pesan Cinta Bonanza

Pesan Cinta Bonanza

ujar Sekar panik yang langsung beranjak ke kamarnya untuk mandi dan dandan secepat kilat. "Lah orang kamu baru nanya," gumam Ibu Sekar. *** Sekar tiba di Graha Mandiri pukul 10.15 , ia telat sekitar lima belas menit . Sesampainya di gerbang masuk Sekar dicegat oleh dua orang satpam bertubuh kekar. "Loh loh Pak, kan acaranya gratis buat umum kenapa dicegat?" "Mba sudah daftar belum ke panitia? sini saya cek karena kuota tempat duduk di dalam sudah penuh mba," jelas salah seorang satpam.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai sketsa pos satpam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status