Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Suara lembut dari rekaman lama masih samar terdengar dari headset yang tergantung di meja — suara Sekar, hangat dan jujur:
“Kadang, cinta tak harus diucapkan dengan kata, tapi dengan kesediaan untuk memahami… bahkan ketika kita disalahpahami.”
Bu Sri terdiam lama. Pandangannya kabur oleh air mata yang kembali memenuhi pelupuknya. Ia memegang buku catatan itu, lalu perlahan membukanya. Di halaman depan, ada tulisan tangan Sekar:
‘Untuk diriku sendiri — semoga aku bisa tetap lembut, bahkan ketika dunia di sekitarku terasa keras. Karena mungkin, di balik ketegasan seseorang, ada luka yang belum sempat sembuh.’