Di Ujung Senja
guman Arra lirih, ia sudah cukup lama tidak pulang ke Solo, ia rindu keluarganya.
Edo mengela nafas panjang, “Kamu yakin mau nyetir sendiri sampai Solo?”
“Kan sudah pernah dulu aku pulang sendiri sampai Solo bawa mobil,” tampak suara itu tidak mau kalah, pokoknya dia mau pulang ke Solo.
“Jujur, Sayang aku masih khawatir. Apalagi besok kamu sendirian, kan?” guman Edo lirih.
“Sudah, percaya padaku, ya Sayang!” suara itu begitu lembut dan lirih, membuat Edo merasa lebih baik.