Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
R.E.D Red Everlasting Dragon

R.E.D Red Everlasting Dragon

Suara itu, sekalipun Rendy tidak tahu siapa yang berbicara, dan bahkan bahasa macam apa yang dia gunakan, dia jelas-jelas mendengar dan mengetahui artinya. Saat mengetahui artinya, dia juga segera tidak mengetahui dengan semuanya. Dewa, Dunia, Surga, Naga, dan semua hal itu, apa itu. "Boom!" Suara ledakan tiba-tiba mengganggu pemikiran Rendy, dan saat dia melihat kembali, seluruh tubuhnya tegang dan matanya melebar. Tidak mungkin!
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

They can say, they can say it all sounds crazy (Mereka bisa mengatakan, mereka bisa mengatakan semui ini terdengar gila) They can say, they can say we've lost our minds (Mereka bisa mengatakan, mereka bisa mengatakan kita sudah kehilangan akal) I don't care, I don't care if they call us crazy (Aku tidak peduli, aku tidak peduli jika mereka memanggil kita gila) Runaway to a world that we design (Aku berlari ke dunia yang kita rancang) Semua pengunjung di sana semakin tertarik dengan suara yang dimilikinya. Mereka begitu menikmatinya seakan ada sebuah magnet yang menarik mereka kuat untuk menyaksikan penampilannya. Every night I lie in bed (Setiap malam aku berbaring di tempat tidur) The brigh
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

" Sebait puisi dibacakan oleh pemilik suara lembut dan pelan seperti bisikan angin yang menerobos ke dalam kedua lubang telinga Louis membuatnya kini bangkit dan menyipitkan matanya mencoba menemukan sumber suara. Namun, semua itu sia-sia. Sepanjang mata memandang, hanya ada hamparan rumput sebelum menghilang digantikan bangunan. "Longing for the things I can't see. A glimpse of light. Shadow of my beloved. That feeling of being loved." Suara itu belum berakhir dan untuk bait kedua yang diucapkan, Louis berusaha mengikuti sumber suara yang menuntunnya mengambil beberapa langkah maju meninggalkan pepohonan di sepanjang sungai lalu menuju hutan. Ketika ia semakin mendekati hutan, suara yang ki
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua: Putri Mafia Terjebak Dalam Kisah Novel

Kehidupan Kedua: Putri Mafia Terjebak Dalam Kisah Novel

“Nah itu! Bagaimana membuat alat dengan kondisi seperti itu. Yang bisa menangkap suara dan keberadaan orang, lalu menyimpannya. Lalu bisa ditonton ulang.” Mudah bagi Isolde bicara dan menjelaskan, tetapi Carla benar-benar kesulitan mencerna semua informasi itu. Terdengar sangat asing di telinganya. “Memerangkap suara dan keberadaan seseorang di dalam tempat penyimpanan?” gumam Carla mulai memutar otak. “ini seperti cara kerja mata dan telinga, di simpan dalam otak.” Isolde mengangguk penuh semangat. “Benar juga! Jadi, bisa?”
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

Adik Ipar, Jangan Terlalu Dalam

pinta Arka, menunjukkan ke arah sofa yang tak jauh darinya. "Sama-sama, Tuan. Kalau waktunya datang, saya akan segera memberitahu Anda. Mungkin dengan kata cuaca mendung, ataupun dengan kalimat cucian yang belum kering," jawab Susi, seakan memberitahu Arka kalau kalimat yang ia ucapkan barusan adalah sebuah kode tersendiri. "Baiklah. Cuaca mendung artinya datang, dan cucian belum kering artinya akan masih atau sudah masuk. Dan untuk lainnya, Mbak bisa ngucapin kata lantai licin yang artinya semua terkendali."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Grrrrrrrrr… Sebuah suara geraman yang dalam dan halus terdengar, bukan dari satu arah, melainkan dari segala arah sekaligus. Suara itu seolah datang dari setiap akar, setiap dahan, dan setiap helai daun pohon itu. Itu adalah suara kepuasan purba, suara predator yang telah menerima persembahannya. Saat suara itu mereda, piring sate dan lingkaran bunga di atas tanah telah lenyap. Tidak ada jejak apa pun yang tersisa, seolah semua itu tidak pernah ada di sana.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Suara yang Tidak Ditulis Di tengah riuhnya kota yang kini hidup dari kalimat dan kehendak bersama, satu suara mulai menggema. Bukan dari pena. Bukan dari tokoh. Bahkan bukan dari pembaca yang selama ini diam. Tapi dari sesuatu yang lebih dalam suara yang tak pernah ditulis karena selalu dibatalkan sebelum menjadi kata. Suara itu pertama kali terdengar di sela-sela antara detik dan desahan angin. Seperti bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka yang pernah mempertanyakan arti keberadaannya.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

“nah coba itu kamu dengerin nduk suara kamu, kalau kamu pakai tehnik suara hidung. Coba nyanyi huruf A,E,O,U,I,M. artikulasinya yang jelas nduk.” Artikulasi adalah kebalikan dari bergumam. Sangat penting untuk bernyanyi dengan baik di kepala Anda dan tidak hanya dalam hal bernyanyi dalam bahasa asing juga. Ini tidak berarti gerakan berlebihan di bibir Anda setiap kali Anda menyanyikan kata tertentu tetapi dengan Anda harus jelas mengucapkan setiap suku kata.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Hanya satu lirikan tenang, seolah Kael hanyalah catatan pinggir yang bisa diputuskan apakah layak disertakan atau dibuang. --- Suara yang Menggores Ketika ia berbicara, suaranya bukan suara biasa. Bukan gema, bukan raungan, tapi bunyi goresan pena di kertas. Setiap kata terdengar seperti tinta yang menetes, garis yang memanjang. > “Kalian… hanyalah huruf-huruf. Aku adalah kalimat.” Langit terbelah, huruf-huruf liar yang berhamburan dari para penulis bayangan runtuh ke tanah, membeku, patah jadi debu.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro" Bukan menjual suara tetapi lebih mengharap simpati dari para penumpang, karena suaranya tak merdu, permainan kentrung yang asal-asalan. Handa berusaha menikmati lagu itu, tetapi setelah reff yang diulang-ulang pada lagu yang dinyanyikan membuat dada Handa terasa tersayat-sayat.
1034.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sounding artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status