O, Yang Mulia!
Kini kalimat itu tidak muncul sebagai tulisan yang mengganggu pandangan lagi, tapi sebagai sebuah suara dengan artikulasi jelas yang terdengar langsung di dalam kepala O.
"Eh, eh, coba kau bilang itu lagi," ada nada tidak percaya dalam kalimat O. Ia bertingkah seperti orang yang salah dengar.
“"Tuan O?"”
"Oh, no..." sahut O lesu dan tak bertenaga.
“"Apa ada yang salah, Tuan?"”
"Apa kau punya mode suara yang lain? Kau tahu, suara gadis yang lembut, atau tante-tante yang menggoda, begitu."