Aku Menyerah, Mas!
Gus Azmi mengarahkan tanganku untuk mengusap ubun-ubun istri, membantu membimbingku membaca doa setelah ijab qobul membuat suasana ruang intensive care unit bertambah mengharu biru.
“Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”
Lagi, kudaratkan ciuman di kening istri, membisikkan kata cinta berharap dia mendengar dan membuka mata.
“Ya sudah, Dil. Kami permisi dulu. Semoga istri kamu cepat sembuh supaya kalian bisa melewati hari bersama nanti!” ucap Mas Abraham seraya merangkul tubuhku.
الفصول الرائجة