Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TARO

TARO

Jawabku pada akhirnya. “Bagus. Kamu membuat pilihan yang sangat tepat Dokter Lana.” Aksa merogoh saku celananya dan menyodorkan ponselnya padaku. “Simpan nomormu di situ.” Jari tanganku mengetikkan dan menyimpan nomor ponselku di sana. Setelah kukembalikan, ponselku ikut berdering. “Simpan nomorku. Kalau ada hal yang mengganggumu atau kamu merasa terancam, kamu bisa langsung menghubungiku. Tidak perlu sungkan.” Sungkan? Untuk apa aku sungkan?
2.5K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as spare
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans18prend69
“Trus kalo nanti kita putus gimana?” “Please, nggak usah ngomongin itu bisa nggak?” “Kenapa? Kan kita harus mikirin segala kemungkinan buruk.” “Kucium kamu ya kalo ngomongin itu lagi.” “Aku bawa pepper spray,” pamer Arla. Ia bangkit dari posisinya, ingin meraih tas yang ada di atas single seater sofa, tapi Ervin lebih dulu menarik tangannya.
1038.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as spare
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710ouroursthusily
"Kau tahu, ini hari ke 7 kau tak disampingku. Bagaimana ini, aku masih juga belum terbiasa tanpamu, pagiku terasa kosong dan hampa. Aku kesepian namun, tak ada yang lebih melegakan bagiku ketika melihatmu tetap bernyawa. Aku masih bisa bertahan dengan kesepian ini, tapi tidak jika kau meninggalkanku. Kau harus tetap bertahan dan membayar semua rasa kesepian ku, itu hukuman bagimu. Kau mengerti? Jangan tinggalkan aku Kesya." Tiada hari tanpa untaian kata-kata lembut yang terlontar dari Sean, meski harus berperang dengan siksaan batin, sekuat tenaga Sean menahan air mata agar tidak terjatuh. Kecupan lembut tanpa jejak selalu menjadi pelengkap pagi Kesya. Sean sama sekali tak mengenal letih, me
9.911.2K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as spare
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya dinar "itu adalah mutiara kehidupan, aku akan meminjamkannya padamu, tapi aku tidak bisa jauh dengan benda itu, makanya aku juga harus ikut kalau tidak aku akan...." "cukup lunar,..baiklah kita akan pergi dan tidak akan satupun dari kita yang akan mati, terimakasih atas kebaikanmu" ucap dinar memotong ucapan lunar, karena dia tau betapa berharganya mutiara itu, mutiara itu tersimpan di tenggorokannya, anggap saja itu adalah nyawa dari pada duyung, jika mereka jauh dari mutiara itu mereka akan menjadi buih dan mati.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as spare
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

"Kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, ingkang ngelengkapi pancer." (Kakak air ketuban, adik plasenta, darah, tali pusar yang melengkapi diri sendiri). Kata-kata itu bukanlah sebuah mantera. Ashton memberitahunya bahwa sesungguhnya ketika manusia lahir ke dunia, ada empat hal yang menyertainya. Air ketuban, yang akan keluar lebih dulu dari tubuh sang ibu, oleh karena itu dianggap sebagai kakak. Plasenta keluar setelah tubuh si bayi, maka dianggap sebagai adik. Darah dan tali pusar juga menyertai ketika bayi tersebut lahir. Bersama, keempat unsur tersebut membentuk sebuah kehidupan yang baru, seorang manusia.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as spare
Read
+Library
LARA

LARA

balas Ibu Sarah. "Kemarin kan udah dikasih uang buat belanja sayur dan keperluan sehari - hari. Uangnya kemana?" "Tuh, Buat beli mainan Sarah," ucap Ibu Sarah sambil menunjuk Sarah. "Yah. Kemarin lbu nggak beliin mainan Sarah. Tadi siang, Sarah mainan boneka yang dibeliin Ayah dulu. Sarah juga masih pakai pensil warna faber castell hadiah dari Ayah waktu Sarah ulang tahun," ucap Sarah sambil tersenyum kepada Ayahnya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as spare
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

BAB 2 What is Life? “Nanda dan Fatih tadi kesini Nin. Mereka boleh mampir sore ini?” Aku mengangguk mendengar pertanyaan Mas Andy. Ah, dua dari sebagian orang yang ingin kembali, lagi. Diujung meja makan, kini dihiasi oleh keberadaan sosok yang sebelumnya tidak ada. Diam, menunggu dengan pasti untuk melihatku bereaksi.
654 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as spare
Read
+Library
DAISY

DAISY

“Aku tidak merasa keberatan, mari kita jalani hidup berdua sebagai seorang saudara.” Daisy menarik napas berat, mencoba berpikir apakah keputusannya menerima tawaran Eve untuk tinggal di apartemennya adalah jalan terbaik. Sebenarnya Daisy punya sedikit tabungan yang terpisah dari semua aset orang tuanya. Mama dan Papa memberikan uang tabungan itu ketika Daisy berusia 20 tahun, untuk keperluannya meneruskan kuliah nanti.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as spare
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

beri tahunya sambil memperlihatkan layar ponselnya yang berisi pesan-pesan tentang reservasi. “Semuanya hari ini, Tante?” tanya Helena terkejut. Ia hanya memastikan sambil menggulir-gulirkan layar ponsel milik Maria untuk membaca sekilas pesan-pesannya. Maria kembali mengangguk. “Mereka semua teman arisan Tante. Katanya ingin mencoba perawatan di tempat kita. Kamu tidak masalah jika hari ini kita lembur?” tanyanya.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 917 Times as spare
Read
+Library
Simpanan

Simpanan

Sejak belia dia bahkan banyak sekali memenangkan penghargaan hingga membuat Daniel mendapat gelar Doctor Of Medicine. "Daniel! Kau keberuntunganku. Sebentar aku ambilkan sprei itu." Smith berjalan tergesa-gesa. Untung saja Daniel hari ini ke rumahnya. Jika tidak, mungkin kan membutuhkan waktu lama untuk mengetahui siapa gadis itu. Setelah sekian lama, Smith muncul dengan kain sprei putih di tangannya. "Kupikir kau sudah membuangnya," ledek Daniel.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as spare
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status