Tilasmat
Fakhri menunjukkan benda temuannya yang dia ambil dari laci cermin Sri.
“Aku mengambilnya dari kamar Mas dulu. Karena ada namaku di situ, yaudah aku bawa pulang kemari,” jawab Sri, acuh.
Fakhri yang hendak bertanya kembali mengurungkan niatan setelah Bi Asih memanggil Sri dari luar kamar. Keduanya segera menghampiri, lalu bertanya, “Ada apa, Bi?”
“I-itu Neng, ada yang ingin bertemu dengan Neng Sri sama Den Fakhri,” jawab Bi Asih terdengar gugup.
Bab Populer