Dilamar Presdir yang Menyamar
“Pulang saat Mommy datang. Ada hal mendesak masalah perusahaan. Dia sudah mendekati tua, tapi masih harus mengurus beberapa perusahaan besar. Sementara dua anaknya nggak mau tahu, nggak mau bantu. Kamu nggak kasihan sama daddy? Mommy mohon, turunkan ego dan emosimu, kembalilah pada kami.”
Bima menatap dalam pada wanita yang masih ayu di usianya yang tidak lagi muda ini. Ada raut harap dalam mata kebiruan itu. Di mana, warna mata itu hanya diturunkan pada Brama. Gahayu mengangguk, mengelus kepala Bima sayang.
Pelan, Bima mengangguk. “Baiklah. Sepertinya Mommy sudah sedikit jinak setelah adanya musibah ini. Haruskah ada yang celaka dulu baru kalian bersikap baik?”
Hot Chapters