Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

"Lena, bagaimana kondisi orang-orang di aula?" Lena, yang masih berdiri di pintu, menggeleng pelan, wajahnya khawatir. "Aneh. Beberapa orang terlihat tenang, bahkan terpesona. Tapi yang lain... yang lain gelisah. Seperti mendengar nada yang salah dalam sebuah lagu. Beberapa programmer senior malah marah, bilang musik itu 'salah' dan 'tidak elegan'."
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

desis Gendis. "Kamu! Orang yang lihat kelakuan kamu sekarang juga bakal sadar kalau yang gila itu kamu bukan aku. Mana ada orang waras yang seret-seret orang sesuka hati dan merintah-merintah kaya orang keserupan," sentak Kaluna kesal. "Kamu yang gila, cuman perempuan gila yang mau nikah sama cowo pengidap HIV!" sentak Gendis geram.
10131.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Misteri Bulan

Misteri Bulan

Bagaimana mungkin Bik Eha dapat memerankan aktingnya, berpura-pura gila begitu sempurna selama belasan tahun? Bik Eha tertawa kecil. “Bisa saja Mas, karena tidak ada yang peduli dengan orang gila.” Penyamaran jenius! Agil manggut-manggut mengagumi Bik Eha dalam mempertahankan hidupnya. Bik Ehan benar. Siapa yang perduli dengan orang gila. Sebagian besar masyarakat menganggap orang gila negatif, bukan hanya dikucilkan mereka juga dijauhi. Agil menelan kekecewaan sekaligus kebahagiaan dalam satu waktu.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Permintaan Gila Adikku

Permintaan Gila Adikku

Dia tak sungkan memperlihatkan wajah bencinya pada Ridwan. "Untuk menanyakan hal tadi," ujar Ridwan kemudian. "Wan. Kamu sudah gila, mending kamu ke rumah sakit sana. Jangan di sini," ujar Mika kemudian dengan menunjuk ke segala arah. Ridwan terkejut Mika mengatai dirinya gila. "Mik. Aku nggak gila." Dia menggeleng cepat. "Kalau nggak gila apa? Sinting? Mabok? Atau syarafmu sudah putus?" tanya Mika kemudian. Dia berkacak pinggang dengan tatapan tajam pada Ridwan.
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

"Aku mengerti itu, ana. Aku memahaminya dengan sangat baik sekali. Semua yang kau katakan adalah satu kebenaran yang sama sekali tidak bisa aku sangkal. Bukan hanya aku, tapi semua orang. Kadang-kadang, pada saat kita merasa jika hidup penuh dengan nasib buruk, kita ingin mati atau menjadi gila. Pada hal ini, pilihan gila adalah yang paling menarik. Menyerahkan diri pada kebebasan yang sepenuhnya, kebebasan yang tak terikat, tak terbatas, bahkan tak juga diikut campuri oleh Tuhan. Kegilaan adalahh godaan yang paling besar dan paling kuat menarik orang - orang yang putus asa. Ya, Ana. Kegilaan itu begitu luar biasa menariknya. Hidup di bawah tanda tanya bukan sesuatu hal yang mudah. Tidak, An
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Ia tidak suka jika orang lain kurang mempercayai yang diungkap. "Pantas saja senyumnya kecut, ia sadis, dan jarang bersosialisasi dengan orang. Mungkin turunan kali ya!" celetuk karyawan lain. "Dasar sembarangan! Kamu tidak bisa membedakan orang gila dengan orang cuek? Kalau Fira orangnya dingin dan cuek. Tak mau tahu urusan orang lain, kalau ayahnya gila tidak ingat apa-apa dan suka mengamuk orang tak bersalah."
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Sugar Mommy Amatiran

Sugar Mommy Amatiran

“Padahal bukan aku yang gila.” “Dari mana kau mendengar kata-kata itu?” Kali ini Kira yang bertanya. “Aku sempat baca di media sosial. Perawat di rumah sakit yang kemarin juga begitu, lalu di televisi juga begitu. Asisten rumah tangga di sini juga seperti itu,” jawab Aju tanpa menutupi apa pun. “Memangnya kalau papaku gila, aku akan ikut gila juga? Tidak kan?”
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Kenangan Gila di Kereta Api

Kenangan Gila di Kereta Api

Tapi tak lama kemudian, aku tidak bisa berpura-pura lagi. Karena dari luar terdengar suara-suara yang tak bisa kugambarkan, suara itu begitu liar dan kasar. Ada suara pria yang menghina dengan kasar dan suara wanita yang melengking penuh gairah. Orang bodoh pun tahu apa yang sedang mereka lakukan. Hanya saja, hal ini kembali membuatku terkejut dengan sosok ayah Herry ini.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Bersama Gadis Gila Di Konser

Bersama Gadis Gila Di Konser

Namaku Peter, aku sering dengar kalau di konser banyak gadis muda dan mereka cukup terbuka. Untuk mencari sensasi, aku sengaja membeli tiket konser seorang artis terkenal dan ingin membuktikannya. Setibanya di lokasi konser, ternyata tempat ini dipenuhi lautan manusia. Sekilas pandang, terlihat banyak gadis muda yang memakai pakaian sexy, usianya terihat sekitar dua puluhan dan masing-masing berdandan dengan sangat memikat.
135.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Mantan Suamiku

Obsesi Gila Mantan Suamiku

kekeh Aldric gemas. "Dia buta kayaknya," sahut Ane ikut terbahak. "Aku nggak akan jadi orang buta itu, Ne," kata Aldric melelehkan hati Ane seketika. "Tapi aku juga nggak sehebat dan sekeren dia," tambahnya bermaksud membawa Rein dalam kalimatnya. "Aku yang sekarang juga udah bukan orang gila yang mengejarnya," ucap Ane mantap. "Biar aku fokus sama yang udah ada di depan mata," lanjutnya malu-malu.
10990 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai suara orang gila
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status