Luka di Balik Senyum Istriku
Pandangan ibu lurus ke depan, menerawang mengenang kisah masa lalu dengan sang suami, "Kamu tahu, Dan? Waktu ibu hamil kamu dulu, bapakmu gak pernah lama-lama kalau keluar dari rumah. Karena kami tak memiliki keluarga di perantauan ini, bapakmu selalu berusaha menjadi suami yang siap siaga untuk ibu. Berusaha selalu ada di saat ibu butuh apa-apa. Dan usaha bapakmu berhasil. Sekalipun tak pernah bapak membuat ibu kerepotan seorang diri dengan kehamilan ibu. Bapakmu adalah lelaki terbaik, suami terbaik, juga ayah terbaik. Dia tak bisa digantikan oleh siapapun."
Hamdan menghampiri sang ibu, kemudian memeluknya dengan begitu erat, "Terimakasih, Bu. Terimakasih sudah mengingatkan Hamdan, sudah me
Hot Chapters