Ibu Susu untuk Bayi Gaib
"Memang awal-awal jadi ibu susu itu capek, Tin … bayinya Tuan Ario kuat nyusunya. Bibit bangkok, badannya tinggi kayak bapaknya, tapi nanti juga terbiasa. Lidah bayi baru lahir masih kasar, nanti lama-lama tidak sakit. Yang penting, rajin makan. Lihat itu ibu susu anak pertama Nyonya Arini, kerja di sini hampir dua tahun sudah bisa bangun rumah, anak-anaknya terjamin."
Tini memaksakan senyum, kebimbangan berkecamuk di benaknya.
“Iya, Mbak. Saya balik ke kamar dulu. Ini bayinya sudah tidur.”
“Kalau bosan di sana, ke sini saja, Tin. Tidak apa-apa. Itu kalau lecet kamu kasih minyak kelapa, nanti cepet sembuh. Biasanya disediakan minyak kelapa di botol meja rias.”
Hot Chapters