Saat Cinta Menyapa Lagi
"Apakah ini tempatnya? Tempat di mana cerita tidak pernah mati? Di duniaku, orang-orang dewasa bilang aku harus berhenti menggambar kapal bersayap karena kapal seharusnya ada di air. Tapi aku merasa kapal ini ingin terbang, dan sekarang... aku benar-benar terbang."
Nara tersenyum, menyentuh pundak Kavi. Seketika, guratan krayon biru pada baju Kavi berpendar, menjadi lebih solid dan bercahaya. "Di sini, Kavi, kapalmu tidak hanya bisa terbang. Ia bisa berenang di samudra bintang atau menyelam ke dasar memori jika kau menginginkannya. Selamat datang di Nuranipura, tempat di mana 'Mustahil' hanyalah sebuah kata yang belum sempat kami beri arti."
Hot Chapters