Terjerat Takdir Tuan Saka
Ia seakan bisa membayangkan Arum duduk malam-malam dengan jarum di tangan, mungkin berulang kali salah dan mengulang hanya untuk sesuatu yang perempuan itu sendiri tak tahu akan dihargai atau tidak.
Sweater itu sederhana dengan warna hitam pekat, warna kesukaan Saka. Terlihat jelas dari teksturnya bahwa sweater itu merupakan hasil rajutan tangan, dengan pola yang rapi namun punya kehangatan khas buatan sendiri. Ada detail kecil di bagian dalam kerahnya, bordiran benang halus berwarna abu gelap.
"TS?" Saka menatap Arum dengan alis terangkat, tak mengerti kenapa ada inisial itu di sana.