Hasrat Terlarang Seorang Tutor
“Ibu Lisa, ya? Kita pertama kali bertemu. Anda sama seperti yang diceritakan putri saya, cantik sekali.”
Dengan canggung aku menarik-narik ujung rok pensilku. Wajahku terasa panas, tapi tetap bisa menjawabnya dengan, “Terima kasih.”
Di ruang tamu, muridku, Citra, sudah membuka buku dan menungguku, sementara di sampingnya tergeletak setumpuk peralatan kebugaran.
Surya menggaruk kepala, tersenyum sambil menjelaskan, “Kamar Citra sedang direnovasi, jadi belajarnya terpaksa di ruang tamu.”