Bukan Menantu Impian
aku mendengus kesal mendengar ucapan bang Rido, bodoh sekali dia, terlalu lemah di hadapan wanita.
"Tapi... Mas, aku sudah capek tinggal di sini, eh ternyata hasilnya nihil," ucap kak Airin, tetap dengan suara manjanya.
"Mas minta kesempatan sekali lagi, mas akan cari cara agar tanah itu jadi di jual dan mas juga akan membuat perhitungan dengan bang Rozi," ucap bang Rido lagi, merayu istrinya itu.
"Janji ya Mas, kali ini saja. Adek sudah nggak tahan ingin mengendarai mobil baru," rengek kak Airin pula, geli sekali terdengar di telingaku.
Bab Populer