Pemuas Nafsu Tuan Muda
Di kejauhan, kabut tipis masih menyelimuti lembah, menciptakan pemandangan magis seperti lukisan hidup.
Nada menggandeng tangan Daffa erat, langkah kakinya ringan seolah mengikuti irama kicauan burung yang bersahutan dari atas pepohonan.
“Lihat deh, Daffa!” serunya tiba-tiba sambil menunjuk ke semak kecil di tepi jalan. “Itu bunga edelweiss, bunga yang katanya nggak pernah layu.”
Daffa menghentikan langkahnya, memperhatikan bunga putih itu dengan saksama. Setelah beberapa detik, ia menoleh ke Nada dan tersenyum.
Bab Populer