Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda

ujar Bimo tegas. “Sebentar, apa maksudmu jika Mas Tama ke kebun bunga, dan untuk apa dia ke sana?” timpal Dona yang sedari tadi diam menyimak pernyataan Bimo. “Tuan Tama memang ke kebun bunga milik Nyonya Kamila, sekalian untuk mengecek bunga mawar yang sudah ditanam,” jelas Bimo.
1072.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Berikan apa yang dia inginkan, tetapi pastikan dia membayar kembali sekecil apapun yang dia ambil," ucap Mahesa. Mendengar ucapan ayahnya, Ammar dan Mayang saling bertukar pandangan lalu tersenyum seraya merasakan rasa kemenangan yang menyelimuti hati mereka. *** Lilly tengah sibuk melayani pelanggan yang membeli bunga, akhir-akhir ini memang pemasukan ditoko sedikit menurun dibanding bulan lalu. Toko bunga itu tampak menawan dari kejauhan, dengan berbagai jenis bunga berwarna-warni yang tersusun rapi di etalase. Aroma yang memenuhi udara di sekitarnya mengingatkan pada kesegaran dan keindahan alam. Begitu memasuki toko, pengunjung disambut oleh suasana yang hangat dan nyaman.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Mon Amour

Mon Amour

jawab Rizuki. Tamat
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Dandelion (TAMAT)

Dandelion (TAMAT)

Meski ekspresi di depannya sudah tergambar jelas, jangan lupa bahwa Arka adalah orang yang haus akan sebuah pengakuan. "Suka sekali, dimana kamu memetik ini?" Liona menyimpan mawar itu di dekatnya tepat di samping gelasnya. Arka mengangkat dagunya menunjukan ke arah samping kanan dari tempat mereka duduk dan melihat bahwa dinding kaca yang tersembunyi menyimpan taman kecil yang hijau di baliknya. Liona ternganga sekilas, tak percaya dengan yang dia lihat.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Desire In Love
Baca
+Pustaka
Pesona Bos Tampan

Pesona Bos Tampan

tanya salah seorang dari keluarga mereka. " Pesen sama temen aku dari Jogja, Tante," jawab Krista. "Wow eksklusif, dong. Pasti bayarnya mahal." "Engga, aku bawa kesini chef-nya. Bikin di pantry apartmentnya Ko Reza" "Tumben aja Reza mau kasih pinjem sarangnya buat orang lain." "Iyalah mumpung lagi disini. Buat Patrice memang selalu yang ter-special." jawab Krista dengan logat English-nya.
9.311.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Camelia

Camelia

Suara cadel Tama yang kini berusia tiga tahun tampak begitu gembira saat meniup lilin oleh bundanya. "Iya dong sekarang, Sayang." Lia membelai sayang surai anak pertamanya. Wajah tampan Aksa muda tampak di seluruh panca indra anaknya. Dara mengatakan bahwa Tama itu cuma numpang lahir saja dalam rahimnya, karena tidak ada mirip-miripnya dengannya sama sekali. "Eh cebentar. Tama mau berdoa dulu." Bocah kecil itu kemudian mulai berkomat-komit sebentar sebelum kemudian meniup lilinnya dengan gembira.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Malam Bergelora Bersama Tuan Muda Gila

Malam Bergelora Bersama Tuan Muda Gila

Itu adalah sebuah mansion yang memiliki luas sekitar dua hektar dengan halaman luas serta di bagian belakang yang entah ada apa. Karena Tamara tak dapat melihatnya dari depan. “Bawa dia masuk, Tuan Damian sudah menunggu di dalam!” titah seorang pria lagi. “Baik, komandan!” Seorang pria berkepala brontos memberi hormat, setelah itu ia mencengkram erat tangan kiri Tamara yang membuat gadis itu benar-benar merasa terkejut. Tanpa basa-basi lagi, Tamara langsung ditarik paksa untuk masuk ke dalam mansion dengan cat putih tulang tersebut.
545 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

Raga tidak terlalu yakin, mengingat Amora saja tidak tahu nama kedua orang tuanya apalagi wajahnya. Raga mengantar Amora ke kamarnya. Kamar dengan nuansa vintage yang memanjakan mata. Amora terpesona dengan balkon yang mengarah ke jalan besar. Sangat ramai dan indah. Gedung-gedung pencakar langit seperti lautan bintang. "Gue gak tahu, kalo Italia secantik ini." "Gue juga gak tahu, kalo Italia kalah cantik sama lo." Raga muncul dari belakang, sambil membawa sebuah selimut dan memberikannya pada Amora.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai tamora square
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status