Tanpa Ayah di Hari Terakhir
“Hal yang paling disukai Damar waktu itu adalah duduk menemaniku di halaman. Dia memandangi pohon kurma yang kamu tanam di sudut tembok, menghitung satu per satu buah yang tumbuh.”
“Setiap kali bunga kurma itu mekar, dia senang bukan main, lalu menghampiriku dan bilang … Ma, kalau buahnya sudah banyak, ayah pasti pulang, ‘kan?”
“Damar paling suka makan kurma dari pohon itu. Katanya, itu kenang-kenangan yang kamu tinggalkan untuknya.”
“Dan setiap kali kamu pulang, dia akan membagikan kurma itu pada teman-temannya dengan riang, sambil berkata dengan bangga kalau kurma itu ditanam olehmu dan akhirnya kamu pulang!”