Kami Bisa Tanpamu Mas
Aneh, mengapa dia tidak menoleh kepadaku?
Mengabaikan rasa penasaranku, aku memilih fokus mendengarkan mereka mengaji. Aku tersenyum senang saat mendengar Tiara sudah lancar membaca Al-Qur’an. Seingatku dulu Tiara belum selancar ini, lagipula setauku dia masih membaca iqro belum sampai ke tahap membaca Al-qur’an.
“Shodaqallahul adzim …,”
“Wah, masya Allah, anak-anak ayah keren, semuanya sudah pintar membaca Al-qur’an, ya?” seruku senang, menyambut tangan-tangan kecil mereka yang berebut untuk mencium tanganku.
Bab Populer