Cahaya yang Tertunda
Di antara surat itu, ada satu yang ditulis sebulan sebelum mereka mulai berpacaran.
Waktu itu, saat Tama hendak mengirim surat cinta, dia mendengar ada orang yang diam-diam menyukai Winda. Dia nekat berkelahi dengan orang itu.
Akibatnya, dia dipukul sampai mimisan, bahkan amplop surat itu terkena bercak darahnya.
"Winda," panggil Tama, matanya merah, suaranya tercekat. "Percaya atau nggak, selama ini aku hanya mencintaimu seorang."
Hot Chapters