Tante, Tahan! Nanti Keterusan
Tangan kanan Aya perlahan merayap turun dari dada Joni, melewati perut berotot pemuda itu yang basah oleh keringat dingin, lalu mendarat tepat di atas resleting celana Joni.
Telapak tangannya mengusap tonjolan keras yang terjepit kaku di balik kain tersebut, merasakan panas dan denyut liar yang terkunci di sana.
Aya mencondongkan wajahnya, bibir basahnya berbisik tepat di samping cuping telinga Joni yang memerah panas.
Suaranya terdengar begitu manis, rendah, dan sarat akan racun godaan yang mematikan,
"Sesak banget ya di dalam sana, Jon? Mau Tante bantu lepasin nggak?"