Senyuman Pandemi
Jadilah dia yang tertua di antara muda-mudi berusia sembilan belas tahun.
Meski begitu, Arkana tak pernah merasa bahwa dia terlambat. Terlambat itu hanya kata yang dipilih orang-orang pada nasibnya, sedangkan dia sendiri menamainya dengan persimpangan waktu. Baginya, tak ada kata terlambat apabila usaha telah dilakukan. Dia hanya berada pada persimpangan waktu yang berbeda, lantas nantinya menuai hasil yang tak jauh berbeda pada persimpangan lainnya. Semua hanya soal waktu, dan Arkana akan buktikan bahwa tak peduli bagaimanapun keadaan, dia akan menyelesaikan kuliah dan menjadi sukses di Alfa Foods.
“Kau benar. Jarak kita empat tahun,” kekeh Nayara lagi.
Hot Chapters