Godaan si Petani Tampan
Goldencerita merangsang nafsucerita gairah malam pertamapeluk erat tubuhkuaku dijadikan pemuas nafsu
Dia lanjut berkata, "Kamu harus mau meski nggak mau. Siapa suruh kamu yang memprovokasiku dulu."
Tidak! Aku menggeleng untuk menunjukkan bahwa aku tidak mau terong itu, melainkan menginginkannya secara langsung. Tidak ada yang bisa menandinginya. Dia kuat, panas, dan keras.
"Santai." Bokongku dipukulinya dua kali lagi. Aku merintih dan mengikuti instruksinya untuk melebarkan kakiku. Tindakan ini sepertinya menyenangkan Adri.
Tak lama kemudian, terong yang berlumuran cairan itu digantikan oleh tubuhnya yang hangat. Gerakannya makin cepat, sedangkan aku menggeleng dengan asal dan napasku makin terengah-engah.
人気のチャプター