Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tante Lusi Yang Menggoda

Tante Lusi Yang Menggoda

"Willy! Dikasih gratis, kamu pun nggak mau?! Dasar nggak pantas disebut pria sejati!" "Dasar pengecut! Dasar lemah! Istrimu sungguh sial menikah denganmu ... " Lusi tampak kesal karena ditolak. Dia langsung marah dan mulai memaki, terus-menerus bilang kalau aku lemah dalam seks dan bukan pria sejati. Bahkan menyebut diriku hanyalah pria tampan yang tak berguna. Aku tahu persis, itu hanya cara dia memancing emosiku. Supaya aku terpicu dan membuktikan bahwa aku bukan seperti yang dia katakan. Tapi sekali aku terjerumus karena emosi, maka semuanya akan hancur.
10.7K viewsCompletedAdded to Library 365 Times as taste lirik
Read
+Library
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Alisa sontak menggigit bibir bawahnya, ia khawatir sekaligus takut kalau-kalau semua lirik yang dinyanyikan oleh kakak kelasnya yang badung itu ternyata benar semua. “Kail dan jala cukup untuk menghidupimu. Tiada badai, tiada topan kau temui ...” Dada Alisa berdebar-debar. Semakin resah saja dirinya mendengar lirik yang dinyanyikan Andika itu, yang ternyata benar. Mendekati benar semua. “...Nana nana nana nana...” Otak Andika berusaha untuk mengingat. Akan tetapi, ia tetap tidak bisa mengingat baris terakhir lirik lagu itu.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as taste lirik
Read
+Library
Merry Go Around

Merry Go Around

ucap Liam. Telinga Merry terasa gatal karena Liam mengatakan selera musiknya aneh. "Bagaimana maksud Bapak?" ucap Merry sengaja memanggil Liam dengan sebutan bapak kembali. "Kenapa kamu merusak mood dengan memanggil saya bapak lagi?" "Bapak mengatakan selera musik saya aneh." "Kamu menyukai musik yang liriknya tidak kamu pahami, bukannya itu aneh?"
104.6K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as taste lirik
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Tidan. “Benarkah?” tanya Ira penasaran. Ira pun memetik sedikit daun itu dan memakannya, setelah makan Tidan pun tertawa terbahak-bahak. “Tidannnnn…! Ini sangat pahit dan sepet, aku tidak begitu suka,” kata Ira berteriak. “Hahaha, aku hanya cari teman untuk makan saja, tapi kalau di rasa-rasa enak juga hampir mirip dengan rasa jambunya yang belum matang,” kata Tidan.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as taste lirik
Read
+Library
Istri yang Terpilih

Istri yang Terpilih

Mata Aland mulai mengintai seisi meja makan, mencari-cari makanan apa saja yang disantap Lily yang kini membekas di telapak tangannya yang jika dicium, aromanya dominan gulai. Telapak tangan Aland kini penuh cita rasa. Mulai dari aroma gulai, ikan pinggang, ayam panggang, buah anggur, dan minuman jeruk. Meskipun sudah dilap ke kemeja Lucas, semua baunya masih begitu membekas. Seharusnya sebelum melakukan ritual, para tunangannya perlu membersihkan mulut terlebih dahulu. Setidaknya kumur-kumur atau yang lebih akurat; gosok gigi.
109.4K viewsOngoingAdded to Library 377 Times as taste lirik
Read
+Library
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Bu Shodiq menyajikan lalapan di depan Bening dan Kama. Bening menggigit bibirnya pelan. “Kelihatannya ini lezat.” Buru – buru ia mengalihkan perhatiannya. “Bismillahirrohmanirrohim…” ucapnya sebelum menyuapkan sesuap nasi, sambal terasi berikut lele goreng ke mulutnya. “Gimana, enak?” tanya Kama menunggu reaksi Bening. Bening memberikan jempolnya.
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 692 Times as taste lirik
Read
+Library
Papa Baru untuk Anakku

Papa Baru untuk Anakku

Wanita paruh baya seusia bibinya itu tersenyum ramah. “Iya, Mbok.” “Oh ya. Nyonya bisa tuliskan setiap malam menu apa saja yang ingin dihadirkan untuk besoknya. Kami akan mengikuti yang Nyonya mau.” Lily lekas menggeleng cepat. “Tidak perlu repot-repot. Selera makan Farel tidak jauh berbeda dengan anak yang lain. Hanya saja rasanya, hemm.” Wanita itu menggigit bibir bagian bawahnya lalu berkata, “Dia suka yang gurih dan crispy.”
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 598 Times as taste lirik
Read
+Library
Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

Dipaksa Jadi Istri Kedua Suami Adikku

kata Ansel menyodorkan sebuah menu berbahan daging kepada Riri. Riri dengan tangan gemetar menerimanya. Dia ingin menolaknya, tapi tidak enak. Takut jika Ansel akan tersinggung. Dia dengan terpaksa mencoba mencicipi rasa tersebut. Di lidahnya tidak ada rasa sama sekali, seolah lidahnya mati rasa. "Bagaimana? Enak kan?" "Iya, enak," kata Riri sekedarnya. "Sudah aku duga. Selera Lili memang sangat bagus. Lili …."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as taste lirik
Read
+Library
Gelora Berbahaya sang CEO

Gelora Berbahaya sang CEO

“Baiklah. Tapi cuma satu gelas.” Mira dan Livia bersorak kecil. “Gitu dong!” Suara tawa mereka bercampur dengan musik. Lilyan meneguk sedikit. Rasanya manis di awal, lalu ada sensasi hangat yang menyebar di tenggorokannya. Ia pikir tak apa-apa. Tapi beberapa menit kemudian, kepalanya mulai terasa ringan. Livia menuangkan lagi, kali ini tanpa bertanya.
1021.4K viewsOngoingAdded to Library 706 Times as taste lirik
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as taste lirik
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status