Akhir Bahagia Sang Putri
“Tea, kamu tidak menyukai Jenan, ‘kan?”
Bagai disambar petir, Teala membelalakkan mata lebar hingga orang yang melihatnya bisa mengira kalau mata itu akan lepas dari tempatnya. Namun, belum sempat Teala menjawab, Yasha sudah lebih dulu tertawa kencang sembari mengejeknya.
“Astaga, wajahmu jelek sekali. Harusnya aku mengabadikannya,” tawa Yasha.
“Aku hanya bercanda, Tea,” lanjutnya masih dengan tawa.
Hot Chapters