Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

"Iya, Teh?" "Kamu punya I* nggak? Kalau punya, kita saling follow yuk," kata Desi dengan tangan yang cekatan memeriksa barang, beda dengan Rara yang masih takut memegang stik berarus listrik yang dipegangnya. "Rara nggak main I*, Teh," jawab Rara jujur. "Eh, serius?" Desi jelas tidak percaya. "Iya." "Kalau efbe?"
1034.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as teh desa
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Bos

Cinta Satu Malam dengan Bos

jawabnya di seberang sana. “Desa? Apa jauh dari kota ini?” tanya Adrian lagi. “Iya, desa ini berada di luar kota. Tepatnya ia tinggal di sekitar perkebunan teh, dan saat ini tidak terlihat tanda-tanda jika ia tengah mengandung,” jelas pria itu. Adrian pun terlihat membuang napas lega. “Terus ikuti wanita itu, dan laporkan padaku semua yang terjadi. Jangan ada hal yang terlewat sedikit pun.”
83.8K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as teh desa
Read
+Library
Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen

Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen

lontar Theo bantu berpikir. Menghela napas, Desi lalu mendaratkan bokongnya ke atas kursi sembari menyuguhkan teh buatannya ke arah Theo. "Diminum dulu, maaf nenek cuma bisa bikin teh," tukas wanita tua itu tersenyum tipis. "Gak apa-apa, Nek. Gak usah repot-repot juga padahal," sahut Theo sungkan.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as teh desa
Read
+Library
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

Harapan kembali kuat, jarak tempuh ke perkampungan yang ramai itu tidak terlalu jauh, ditambah, jalanan yang merupakan penurunan, tak sulit untuk berjalan sambil membopong tubuh Rinda. Kira-kira 20 menitan kami berjalan. Perkampungan semakin dekat. Gapura melengkung menyambut kami. Desa Kayu Aro, aku familiar dengan nama desa ini. Desa di lereng pegunungan sebagai penghasil teh terbesar di provinsiku. “Itu, itu ada rumah bidan desa,” tunjukku pada sebuah plank putih melintang dan terlihat jelas dari jalan.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as teh desa
Read
+Library
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

“Ohh itu … ya aku nggak terlalu suka hidup di desa. Aku benci orang-orang desa yang sok tau, mereka sering main hakim sendiri dan membicarakan keburukan orang lain. Menurutku mereka seperti pengganggu saja!” “Teo itu sebenarnya datang dari desa di pinggir sebuah kota kecil. Aku dengar dia minggat dari sana lalu akhirnya sampai di kota.” Joni berbisik pada Bayu saat melihat Teo sudah beranjak dari sofa menuju kamarnya. “Ohh … pantesan, saja dia nggak suka karena misi kita pergi ke sana. Tapi tadi emangnya kalian nggak nolak gitu?”
1051.1K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as teh desa
Read
+Library
Gairah Sopir dan Majikan

Gairah Sopir dan Majikan

jawab Jessy acuh tak acuh, meski di dalam hatinya ia juga merasa heran kenapa seleranya mendadak berubah drastis menjadi sangat "ndeso" Pak Tejo dan Ibu Tejo saling lirik sambil tersenyum penuh arti. "Biasanya kalau orang kota ke desa terus makannya jadi lahap banget, itu tandanya hatinya lagi seneng, Le. Atau mungkin... bawaan bayi," goda Ibu Tejo pelan yang membuat Jessy nyaris tersedak. "Ah, Ibu bisa saja. Jessy kan lagi program, belum tentu juga secepat itu," sanggah Jessy malu-malu, meskipun ada secercah harapan yang kembali muncul di hatinya.
10609.9K viewsOngoingAdded to Library 15.9K Times as teh desa
Show Reviews (24)
Read
+Library
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

tanya Silvi cemas seraya meletakkan nampan di atas meja kayu teras. "Ditumpas habis sama Pak Camat, Sil," jawab Clara ketus, langsung menyambar gelas es teh manis dan meminumnya dengan rakus hingga tersisa setengah. "Sertifikat asli desa kita dianggap sampah rongsokan karena nggak terdaftar di komputer mereka. Gila nggak?!"
8.455.1K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as teh desa
Read
+Library
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

Gelisah, seperti cacing kepanasan. “Mas minta sedikit tehnya ya, Dek.” Tanpa menunggu persetujuan dariku Mas Bima menyerobot cangkir yang baru saja kuangkat hendak meminum isinya. Dia menyeruput teh manisku tanpa basa basi lagi. “Ini enak sekali, Dek. Gulanya pas,” katanya sambil meletakkan kembali cangkir itu di depanku. Maksudnya apa? Menyuruhku minum bekas dia?
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as teh desa
Read
+Library
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Bahkan meski dunia sudah maju, orang-orang di desa ini hanya memiliki rumah dari anyaman bambu. Mobil dikerumuni oleh sekawanan anak kecil, seolah ini adalah hal baru yang mereka lihat. Mobil sudah berhenti sejak beberapa menit lalu, dan Clara pun digiring oleh dua lelaki berbadan besar ke salah satu rumah paling megah dari semuanya. ”Silakan dilihat dulu.”
106.1K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as teh desa
Read
+Library
Psychofagos: Pemakan Jiwa

Psychofagos: Pemakan Jiwa

tanya Vee, karena ia tahu jika kekuatan yang memiliki jangkauan wilayah luas bukanlah kekuatan yang sembarangan. “Satu desa ini.” “Hah?”
105.5K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as teh desa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status