Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gelora Cinta Sang Berondong (Gadis Arogan)

Gelora Cinta Sang Berondong (Gadis Arogan)

Tidak banyak penduduknya yang lalu lalang, dan tidak ada hewan-hewan yang berkeliaran. Meski sebuah pedesaan, desa yang didatangi ketiganya sudah termasuk maju dan tersentuh peradaban. Sawah-sawah di kiri dan kanan jalan sudah dijamah oleh teknologi-teknologi terbaru yang mempercepat pekerjaan. Tidak sampai di situ, sekolah-sekolah yang berderet di sana, bukanlah sekolah biasa dengan atap yang rusak atau lapangan yang seadanya, melainkan sekolah-sekolah yang mampu bersaing dengan sekolah di kota tempat ketiganya berada. Gedung tingkat dua dan lapangan yang bagus.
3.7K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as teh desa
Read
+Library
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Ada beberapa orang yang tersebar di luar gubuk-gubuk kecil. "Tidak ada yang istimewa dari desa ini," kata Tex. “Desa itu tua, tidak terlalu canggih, dan mungkin ada tiga puluh atau empat puluh orang yang tinggal di sana. Pasukan dari Divisi Lintas Udara 101 berkunjung dan tidak pernah menemukan sesuatu yang aneh. Desa itu kuno dan jelas dibangun di sini dengan tujuan pertahanan. Tebing terjal di sisi lain gunung tidak bisa didaki. Itu berarti suku-suku perampok hanya bisa mendekati jurang sempit yang mudah dipertahankan. Seperti versi Afghanistan dari Lubang di Tembok Butch Cassidy.”
102.6K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as teh desa
Read
+Library
Putri dari Desa

Putri dari Desa

"Aku akan melakukan yang terbaik. Tapi, kadang aku merasa tidak tahu apa yang diharapkan dari aku." Maya tersenyum sinis. "Mungkin karena kau berasal dari desa, jadi belum terbiasa dengan gaya hidup ini. Kami semua di sini sudah menjalani kehidupan ini jauh lebih lama daripada kau."
101.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as teh desa
Read
+Library
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Tentang desa yang tidak menyerahkan siapa pun. Tentang meja yang masuk rumah—dan dipukul mundur oleh kebersamaan yang dipaksakan. Desa-desa lain mulai bertanya: “Kalau kami lakukan hal yang sama… apakah kami kuat?” Jaka duduk di tangga masjid Sendangrejo. Ia tahu kemenangan ini rapuh. Mahal. Tidak semua desa bisa tidur beramai-ramai selamanya.
647 viewsCompletedAdded to Library 12 Times as teh desa
Read
+Library
Gadis Desa di Antara Pria Perkasa

Gadis Desa di Antara Pria Perkasa

Di belakangnya, dua orang pria berbadan tegap dengan tato di lengan turun menyusul dengan tatapan menyeringai. Teguh yang sudah kehabisan uang dan kelaparan selama pelarian mendatangi kaca mobil pikap sambil menunjuk-nunjuk kasar. "Turun kamu, Sri! Turun!" teriak Teguh histeris sambil menggedor pintu mobil. "Jangan pura-pura kaya! Aku tahu kamu baru dapat uang DP katering besar kemarin! Serahkan semua uang itu ke aku sekarang!"
101.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as teh desa
Read
+Library
Menikahi Gadis Desa

Menikahi Gadis Desa

Malam harinya, Sarah duduk di depan televisi yang ukurannya saja bahkan membuat mulut perempuan itu terbuka. Sesekali kekehan kecil keluar dari mulut perempuan desa itu. Tangannya kembali memasukkan snack yang ia beli tadi di super market. Ceklek!
8.95.6K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as teh desa
Read
+Library
Pria Desa Jadi Arisan Sosialita

Pria Desa Jadi Arisan Sosialita

jawab Bimo. “Terus kenapa?” “Nggak apa-apa. Melihat kamu, aku jadi teringat adikku yang tinggal di desa,” jawab Bimo menjelaskan kepada Adiba. “Tidak ada urusannya denganku.” “Iya, aku tahu. Ya sudah, sekarang kita mulai latihannya.” Bimo kemudian menjelaskan beberapa bagian mobil kepada Adiba sebelum mereka memulai latihan. Tidak seperti Selvi atau Nindy, Adiba benar-benar memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh Bimo.
9.443.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as teh desa
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

"Jika kau mau, ambillah sebagian bibitnya untuk ditanam di Desamu." Sesampainya di aula pertemuan (Sopo), aku segera memberi isyarat kepada Butet untuk menyajikan minuman. "Maaf jika sambutanku terasa sederhana, Nona Kepala Desa. Di sini hanya ada air sumur dan daun kering yang ditumbuk menjadi bubuk teh. Harap dimaklumi," ucapku merendah, meski sebenarnya aku tahu kualitas teh kita tidak seburuk itu.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as teh desa
Read
+Library
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

tanya Raka. “Inilah hatinya yang lama. Sisa dari pohon pertama.” “Pohon pertama?” Pria itu menatap Raka seolah ingin mengukur keberaniannya. “Desa itu dibangun di atas janin pohon ini. Saat tumbuh, ia mulai mengikat pikiran orang. Seseorang mencoba menghancurkannya dulu… tapi gagal.” --- Raka memandang retakan itu. Cahaya kehijauan berdenyut seperti napas. “Kalau kita hancurkan ini… apakah desa akan bebas?”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as teh desa
Read
+Library
CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

Hasan. “Oh, baiklah, Pak. Cahaya paham.” Gadis itu pun menyebut satu nama desa di daerah Banyuwangi tempat tinggalnya saat ini bersama sang nenek. Tak lupa dia menggunakan tekhnologi canggih yang saat ini digunakan untuk membagikan lokasi kepada seseorang hanya dengan beberapa kali pencet. Meskipun gadis itu besar di desa, tetapi dia cukup pandai memahami perkembangan tekhnologi di zaman ini.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as teh desa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status